Dark/Light Mode

China Ngajak AS Bina Pemerintahan Taliban

Selasa, 31 Agustus 2021 06:20 WIB
Militer AS membantu warga melakukan evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan. (Foto : REUTERS).
Militer AS membantu warga melakukan evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan. (Foto : REUTERS).

RM.id  Rakyat Merdeka - China mengajak Amerika Serikat (AS) dan dunia internasional menghormati pemerintahan Taliban. Selain itu, ikut membina penguasa baru di Afghanistan tersebut demi menciptakan stabilitas ekonomi dan politik di negeri tersebut.

Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam telepon dengan dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Minggu (29/8). Washington, menurut Wang, harus bekerja dengan komunitas internasional untuk memberikan bantuan ekonomi dan kemanu­siaan ke Afghanistan. Selain itu, AS perlu membantu rezim baru menjalankan fungsi pemerin­tahan secara normal, menjaga stabilitas sosial, dan ekonomi.

Berita Terkait : “Virus Taliban” Sudah Nyebar Tapi Belum Membahayakan

“AS harus mengambil tin­dakan nyata untuk membantu Afghanistan memerangi terorisme dan menghentikan kekerasan. Daripada bermain standar ganda atau memerangi terorisme secara selektif,” cetus Wang.

Dia memperingatkan, penari­kan pasukan AS yang tergesa-gesa membuat terorisme bangkit kembali.

Berita Terkait : Sakit Hati, Joe Biden Akan Balas Dendam

Meski China peduli dengan Taliban, Negeri Tirai Bambu itu belum secara resmi mengakui Taliban sebagai penguasa baru Afghanistan. Namun demikian, bulan lalu, Wang Yi telah ber­temu pimpinan Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar Akhund.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price menerangkan, Blinken dan Wang berdiskusi ten­tang pertanggungjawaban Taliban untuk menjamin keamanan evakuasi di Afghanistan. China ber­janji bekerja dengan Washington untuk menjaga stabilitas di negara itu.

Berita Terkait : Kearifan Global Dan Kemenangan Taliban Di Afghanistan

Evakuasi mulai memasuki akhir, 31 Agustus ini, namun proses itu menghadapi hambatan dari kelompok Negara Islam atau ISIS Khorasan (ISIS-K). Jaringan teroris ini melakukan serangan dengan target Bandara Hamid Karzai, Kabul. Sistem anti rudal AS, sempat mencegat lima roket yang diarahkan ke bandara tersebut.
 Selanjutnya