Dewan Pers

Dark/Light Mode

Eks Kader Dirikan PKN

Demokrat Yakin Pemilihnya Takkan Pindah Ke Lain Hati

Minggu, 7 Nopember 2021 07:30 WIB
Kepala BPOKK DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron. (Foto: Istimewa)
Kepala BPOKK DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Demokrat sama sekali tidak khawatir dengan kemunculan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Partai berlambang bintang Mercy ini yakin, ceruk suaranya tidak akan pindah.

“Saya kira tidak akan mengganggu pemilih Demokrat,” ujar Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Dewan Pimpinan Pusat (BPOKK DPP) Partai Demokrat, Herman Khaeron kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia menganggap Pasek Cs adalah kawan lama, yang notabene para loyalis eks Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Pasek mundur dari Demokrat saat mendampingi Anas mendirikan Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).

Berita Terkait : DPRD Ingatkan Pemkot Bandung Realistis Usulkan Target Pendapatan Daerah

Konon, Anas akan bebas tahun depan seusai melakoni masa hukuman penjara atas kasus korupsi Hambalang. Nah, jika Anas bebas dan PKN bisa menjadi kontestan di Pemilu 2024, Herman optimis, ceruk suaranya tidak akan berpindah. “Ikatan partai dengan para pemilihnya ini sudah dibuktikan di Pemilu 2014 dan Pemilu 2019,” ucapnya.

Namun Anggota Komisi VI DPR ini mengucapkan selamat atas lahirnya PKN dengan Gede Pasek sebagai ketua umumnya. Menurutnya, langkah politik mantan Sekjen Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu lebih elegan, ketimbang Ketum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB), Moeldoko. “Kami menghargai pendirian PKN,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. Baginya, PKN adalah bagian dinamika demokrasi di Indonesia. Partai Demokrat, kata dia, siap berkompetisi dan memberikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia.

Berita Terkait : KTT G20 Hasilkan Deklarasi Pemimpin Negara Terkait Isu Hangat

Semakin banyak partai, tentu membuat partai itu menjadi kompetitif dan saling adu strategi ihwal menyejahterakan rakyat. Cara politik membangun partai ini jauh lebih bijak ketimbang merebut partai. “Tentunya upaya ini patut kita apresiasi,” kata Herzaky kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Sebelumnya, Ketum PKN, Gede Pasek Suardika menjamin, tidak akan mengambil ceruk suara Partai Demokrat yang saat ini moncer di bursa parpol menjelang Pemilu 2024. Meskipun, Pasek tidak menampik, banyak pengurusnya yang berasal dari eks Partai Demokrat. “Kami pun tidak akan mengganggu pasar Demokrat yang hari ini berapa persen? 7-8 persen lah ya. Jadi nggak usah khawatir,” ujar Pasek, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pasek berkelakar, PKN merupakan bagian nostalgia dirinya dengan Partai Demokrat era kemenangan di Pemilu 2009. Kala itu, Demokrat meraih sekitar 21 persen suara nasional. “Makanya pengurus di daerah banyak sekali eks Demokrat juga, selain juga eks Hanura, dan PPI, dan aktivis Cipayung,” ungkapnya. [BSH]