Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Iu Rusliana: Timses Jangan Klaim Institusi Muhammadiyah

Rabu, 20 Desember 2023 06:33 WIB
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat Iu Rusliana (Foto: Istimewa)
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat Iu Rusliana (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat Iu Rusliana mengingatkan semua tim sukses (timses) Capres-Cawapres tidak menyeret-menyeret atau mengklaim warga Muhammadiyah mayoritas mendukung jagoan mereka.

"Isunya kan banyak mendukung nomor 1. Tampaknya tidak begitu juga. Banyak sekali pendukung nomor 2 dan nomor 3, tapi memang tidak ekspresif saja. Elegan saja, tidak perlu mengklaim, apalagi kalau terkait institusi. Warga Muhammadiyah sudah cerdas, insya Allah memilih dengan kritis, berdasarkan kaidah dan khittah organisasi," tegasnya, di Bandung, Rabu (20/12).

Baca juga : IKAJI Resmi Dideklarasikan, Dihadiri Ketua PP Muhammadiyah dan Ketua KPI

Iu Rusliana mengingatkan, warga Muhammadiyah pasti sedang melakukan pendalaman kepada masing-masing calon untuk kemudian nanti dipilih.

"Di Jawa Barat, tampaknya warga Muhammadiyah masih cukup merata, mendukung nomor 1, 2, atau 3. Bahkan yang masih belum memastikan pilihan masih lebih banyak. Jadi, sekarang bagaimana meyakinkan dengan program riil, karena warga Muhammadiyah itu rasional dan kritis," tegasnya.

Baca juga : SIM Keliling Tangsel Kamis 7 Desember, Cek Disini Lokasinya

Iu Rusliana pun menyayangkan upaya mengklaim institusi seperti Majelis Tarjih, Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dan Aisyiyah menjadi pengawal dan pendukung calon presiden tertentu. Gaya-gaya begitu, tidak akan efektif dan menimbulkan antipati dari warga Muhammadiyah.

Dia menegaskan, warga Muhammadiyah perlu disajikan gagasan, visi, dan program besar membangun bangsa. Bukan dengan cara menarik, mengklaim institusi yang ada di Muhammadiyah. Menurutnya, klaim hal tersebut menunjukkan orang tersebut tidak memahami karakter politik Muhammadiyah.

Baca juga : Dubes Pakistan Ingin Jiplak Sukses NU Dan Muhammadiyah

Iu Rusliana mendukung pernyataan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Irwan Akib yang menegaskan, Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah tidak menjadi bagian salah satu Capres. "Jikapun ada, misalnya Rektor UMM (Universitas Muhammadiyah Malang), Prof Fauzan, itu kan beliau udah mengundurkan diri dan sekarang fokus di timses Prabowo-Gibran," jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.