Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Diserang Hoaks Politik Uang, Ketua Harian Gerindra: Untuk Diskreditkan Saya

Selasa, 13 Februari 2024 20:11 WIB
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Instagram Dasco)
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Instagram Dasco)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad diserang hoaks video bagi-bagi uang. Dasco menyebut, video tersebut bertujuan untuk mendiskreditkan dirinya.

"Hari ini beredar rekaman video seolah ada aktivitas pembagian amplop yang bergambar wajah saya. Kesan yang coba ditimbulkan dari video tersebut adalah bahwa saya melakukan politik uang," ucap Wakil Ketua DPR ini, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (13/2).

Baca juga : Desa Bakalan Terima Alokasi Dana 5 Miliar

Dasco mengaku sudah mengecek ke timnya di lapangan. "Saya sudah cek bahwa tidak ada kegiatan pembagian uang atau apa pun yang dilakukan tim saya di masa tenang ini," imbuhnya.

Dasco menegaskan, video yang beredar tersebut adalah hoaks. "Video ini jelas merupakan rekayasa, penggiringan opini yang bertujuan untuk mendiskreditkan saya," ucapnya.

Baca juga : Bantuan Pangan Bukan Politisasi, Kepala Bapanas: Ini Amanat Undang-Undang

Dasco pun tidak akan diam dengan serangan itu. Dia berencana melaporkan pembuat dan penyebar video itu ke polisi.

"Saya akan melaporkan kasus ini secara hukum. saya minta kepada aparat terkait untuk melakukan respons cepat agar pelaku penyebaran fitnah bisa segera diamankan," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.