Dewan Pers

Dark/Light Mode

Cuma Kalah Populer Dari Raffi Ahmad

Istri Kang Emil Berpeluang Maju Pilkada Kota Bandung

Jumat, 8 April 2022 07:40 WIB
Istri Gubernur Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil. (Foto: Instagram)
Istri Gubernur Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Popularitas istri Gubernur Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil atau Atalia Ridwan Kamil, melampaui Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. Karenanya, Atalia dinilai berpeluang  besar ikut dan memenangkan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bandung mendatang.

Peneliti Senior Indonesia Development Monitoring (IDM) Strategic, Gilang Mahesa mengatakan, berdasar hasil survei IDM Strategic istri Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, dapat bertarung dalam kontestasi Pilkada 2024. Menurutnya, popularitas Atalia Praratya Kamil mencapai 65,26 persen. Hanya kalah dari artis kondang Raffi Ahmad dengan 67,84 persen.

Di bawah dua nama tertinggi, Raffi Ahmad dan Atalia Praratya Kamil, lanjut dia, hasil survei tersebut juga memotret popularitas sejumlah tokoh di Kota Kembang. Dua nama lainnya yang mendapat popularitas lebih dari 50 persen, urai Gilang, Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana dengan 59,90 persen, dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi NasDem Muhammad Farhan sebesar 50,62 persen.

Berita Terkait : Kalah Dari Malaysia, Makanan Halal Indonesia Nangkring Di Peringkat 2 Dunia

“Hasil survei itu ditemukan saat IDM Strategic menyelenggarakan pengukuran indeks terhadap permasalahan di Kota Bandung. Survei ini merupakan pendahuluan terkait kontestasi politik Kota Bandung pdad Tahun 2024 di Kota Bandung,” ujar Gilang di Bandung, Jawa Barat (Jabar), kemarin.

Lebih lanjut, ia menguraikan, pengukuran Indeks dan survei tersebut dilakukan pada tanggal 1 samapai 8 Maret 2022. Survei dilakukan dengan metode Multistage Stage Random Sampling. “Jumlah sampel atau responden dalam survei ini 1.119 orang, dengan margin of error +/- 2,90 persen, dan tingkat kepercayaan 90 persen,” jelas dia.

Gilang menambahkan, klaster survei mencakup 30 kecamatan di Kota Bandung. Klaster itu dipilih secara proporsional, berdasarkan data jumlah populasi Kota Bandung yang berusia diatas 17 tahun pada tahun 2024. Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih, melalui wawancara tatap muka.

Berita Terkait : Kasus Suap Rahmat Effendi, KPK Panggil Lagi Sekda Kota Bekasi

“Maksud dan tujuan survei ini, mengukur persepsi publik terhadap nilai indeks permasalahan Kota Bandung. Survei yang kami lakukan juga sebagai alat ukur pendahuluan terkait popularitas, akseptabilitas, serta elektabilitas partai politik dan kandidat calon wali kota Kota Bandung,” jelasnya.

IDM Strategic, lanjut dia, juga menemukan data penerimaan dan keterbukaan pilihan, di klaster partai politik dan non-partai politik. Hal itu terlihat dari nama-nama yang berada di peringkat lima besar, baik secara popularitas maupun elektabilitas.

“Membesarnya presentase terhadap nama-nama di klaster non-politik menunjukkan penu­runan kepercayaan terhadap nama-nama yang beririsan dengan partai politik. Kondisi ini memberi ruang dan peluang kepada calon independen, untuk bersaing secara lebih kompetitif dengan calon dari partai politik pada Pilkada Kota Bandung 2024,” tandasnya. [EDY]