Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bidik 10 Kursi

Golkar Mau Rebut Walkot Bandung...

Rabu, 18 Januari 2023 07:40 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Bandung, Edwin Senjaya. (Foto: Golkar)
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Bandung, Edwin Senjaya. (Foto: Golkar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Golkar meracik strategi mengusung kader dan memenangkan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bandung 2024. Langkah awal, Partai Beringin menargetkan kemenangan di kontestasi Pemilu Legislatif (Pileg) 2024, agar dapat mengusung kader internal di Pilkada mendatang.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Bandung, Edwin Senjaya men­gatakan, pihaknya menargetkan meraih 10 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung atau 20 persen kursi pada Pileg mendatang. Sebab, kata dia, perolehan 20 persen kursi Dewan merupakan salah satu syarat untuk mengusung calon kepala daerah (cakada) di gelaran Pilkada mendatang.

“Minimalnya, dari enam kursi yang ada sekarang, bertambah menjadi delapan kursi Dewan. Bertambahnya kursi dan suara, se­cara otomatis akan memperbesar peluang kami untuk mengusung calon dan memenangkan kon­testasi Pilkada 2024,” kata Edwin kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat (Jabar), kemarin.

Berita Terkait : Kejagung Angkut Tiga Mobil Milik Tersangka

Lebih lanjut, ia mengatakan, pihaknya telah melakukan se­jumlah persiapan terkait pengusungan kader yang bakal maju di Pileg 2024. Saat ini, ungkap dia, pengusungan bakal calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Golkar masih dalam tahap seleksi, menyaring atau memilih sebanyak 50 kader terbaik, untuk maju di Pileg Kota Bandung 2024.

Namun begitu, lanjut dia, pihaknya juga tetap melakukan komunikasi atau penjajakan terkait koalisi di Pilkada men­datang. “Soal keputusan, kami menunggu hasil perolehan kursi Pileg. Kalau Golkar dapat 10 kursi, ya bisa mencalonkan sendiri. Hasil perolehan kursi akan menentukan siapa Bandung 1 dan bandung 2,” ucapnya.

Edwin menambahkan, koalisi di daerah sejatinya tak harus mengikuti pusat. Menurut dia, daer­ah bisa menyesuaikan berkoalisi dengan partai manapun untuk bisa meraih kemenangan di Pilkada mendatang.

Berita Terkait : BPAGK Kukar Ajak Rakyat Kaltim Dukung IKN

Saat ini, sambung dia, DPD Partai Golkar Kota Bandung telah merekomendasikan dirinya untuk maju sebagai calon Wali Kota Bandung di Pilkada mendatang. Hal tersebut, ungkapnya, merupakan hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar beberapa waktu lalu.

“Sudah keluar rekomendasinya, mengerucut satu nama untuk didorong pada 2024, kebetulan namanya nama saya. Tapi, ini proses. Mekanisme akan ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar,” jelas Edwin.

Diketahui, pada Pilkada Kota Bandung tahun 2013 dan 2018, Golkar tak pernah absen mengusung kadernya menjadi calon wali kota. Pada 2018, Partai Golkar menggandeng PKB dan Demokrat. Kader Golkar yakni Nurul Arifin diusung sebagai calon wali kota. Namun, gagal.

Berita Terkait : Persija Mulai Berbenah Hadapi Persib Bandung

Pada 2013, Golkar juga mengusung kadernya, yakni M Qudrat Iswara yang berpasangan dengan Asep Dedy. Koalisi ini terbilang gemuk, ada 15 partai yang tergabung dalam koalisi ini. Namun, Iswara tetap tak bisa menang. PKS dan Gerindra yang mengusung Ridwan Kamil dan al­marhum Oded berhasil menang.

Sebelum hajat besar demokrasi pada 2013 dan 2018, Golkar sempat bertakhta di kursi eksekutif Kota Bandung. Kader Partai Golkar Dada Rosada menjadi Wali Kota Bandung selama 10 tahun atau dua periode, yakni 2003-2013. Namun, Dada tak seutuhnya berbaju Golkar, ia per­nah pindah partai ke Demokrat pada 2010 lalu. ■