Dewan Pers

Dark/Light Mode

IPNU Mubar Sebut Demo Mahasiswa Di Kemendagri Ditunggangi Kepentingan Politik

Minggu, 22 Januari 2023 14:22 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Beberapa kelompok yang mengatasnamakan mahasiswa Muna Barat (Mubar) melakukan aksi demonstrasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), 5 Januari lalu.

Mereka menuntut agar Kemendagri mengevaluasi kinerja Penjabat (Pj) Bupati Mubar Bahri, dan diganti penjabat lain yang lebih kompeten.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (IPNU) Mubar Yasir Ode Fukara menduga, aksi ini ditunggangi kepentingan politik. 

Berita Terkait : Pada Mahasiswa USM, Menpora Sampaikan Pentingnya DBON

Sebab, mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tidak ada satu pun yang berasal dari Mubar.

"Ini ditunggangi kepentingan politik Orang-orang ini sepertinya sengaja dimobilisasi untuk mengkonter perpanjangan Surat Keputusan Pj Bupati Mubar. Demonstrasi yang dilakukan terlalu politis," ujar Yasir, Minggu (22/1).

Dia berharap, kelompok yang kerap melakukan demonstrasi itu tidak mengganggu kedamaian di Mubar. Menurut Yasir, sebelum Bahri menjabat Pj Bupati, Mubar memiliki segudang masalah.

Berita Terkait : Para Widyaiswara PPSDM Kemendagri Terima Pembekalan Kompetensi Dan Literasi Digital

Mulai dari laporan merah pelayanan publik, lelang ULP Mubar yang tidak transparan, ganti rugi lahan kawasan Bumi Praja Laworo, dan masih banyak lagi yang lain.

"Alhamdulillah, dengan hadirnya beliau, mampu menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Mubar dalam waktu enam bulan pemerintahannya pasca dilantik bulan Mei 2022, sehingga mendapat banyak apresiasi dari masyarakat," tuturnya.

Yasir juga berharap, mereka yang memiliki kepentingan politik, libido politik, dan hasrat ingin berkuasa di Mubar untuk tidak tergesa-gesa. Lebih baik, tunggu Pilkada.

Berita Terkait : Pemerintah Mau Bebaskan Laut Indonesia Dari Sampah Plastik

"Konflik kepentingan kita jauhkan dulu. Masa kita sesama anak daerah ini mau diadu domba oleh orang-orang luar sana yang tidak paham akan daerah kita," tutup Yasir. ■