Dark/Light Mode

Survei PSI: Duet Muhtarom-Makmur Tertinggi Di Pilkada Pekalongan 2024

Rabu, 7 Agustus 2024 08:15 WIB
Politisi PAN Kota Pekalongan, Makmur Sofyan Mustofa (kanan) bersama H Muhtarom (kiri), tokoh yang diusung PKB, saat di DPD PAN Kota Pekalongan. Foto: Istime2a
Politisi PAN Kota Pekalongan, Makmur Sofyan Mustofa (kanan) bersama H Muhtarom (kiri), tokoh yang diusung PKB, saat di DPD PAN Kota Pekalongan. Foto: Istime2a

 Sebelumnya 
Ketika hasil dari simulasi di atas lebih diperdalam oleh PSI dengan memberikan pertanyaan kepada responden pemilih terbanyak terkait dengan alasan dari masyarakat yang menginginkan adanya pemimpin yang baru di Kota Pekalongan. Hasilnya, 53,5 persen responden meragukan pemimpin yang lama dapat menangani rob yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Kemudian, 23,1 persen responden meragukan pemimpin yang lama dapat mengangani pencemaran alam yang terjadi, 16,5 persen meragukan adanya perubahan yang cukup signifikan dalam infrastruktur, dan 6,9 persen karena alasan lain.

Baca juga : Kaesang All Out Dukung Jaro Ade di Pilkada Bogor 2024

Keseluruhan responden mengaku hampir setiap tahun mengeluarkan uang untuk perbaikan rumah agar rob tidak masuk ke dalam rumah, kemudian penurunan harga tanah dan properti sulit untuk dijual.

Kemudian juga perajin batik di Pekalongan mengeluhkan bahwa rob menghambat pekerjaannya. Aktivitas sehari-harinya terganggu, bahkan terkadang pengrajin batik tidak dapat mengantarkan produksi batiknya karena jalan terendam dan oleh karena itu sebanyak 89,4 persen.

Baca juga : Ketum PSI Dukung Penuh Jaro Ade Di Pilkada Kabupaten Bogor

"Warga Pekalongan berharap yang terpilih mampu membangun peninggian tanggul untuk mengatasi masalah ini. Sehingga, kegiatan ekonomi, terutama bagi para pengrajin batik, dapat berjalan lancar tanpa terkendala banjir rob," ujarnya.

Pengamat Politik Nahdlatul Ulama Rikal Dikri mengatakan, para kepala daerah tingkat kabupaten dan kotamadya yang selama ini tidak berprestasi memiliki kans besar dikalahkan oleh lawannya. Termasuk petahana Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid.

Baca juga : Ini Daftar Penghargaan Piala Presiden 2024

Apalagi, kata Rikal, ada empat masalah besar yang menurut warga kota Pekalaongan mendesak, namun tidak bisa diselesaikan oleh petahana Wali Kota Pekalongan dari temuan survei ini.

"Harga kebutuhan pokok mahal menjadi masalah mendesak terbesar menurut 64,2 persen warga. Kemudian masalah sulit mencari lapangan pekerjaan 61,7 persem, masalah penanganan banjir rob 86,1 persen, dan sampah 74,9 persen," ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.