Dark/Light Mode

Tak Lagi Jadi Ketum Golkar

Airlangga All Out Ngurus Negara

Kamis, 22 Agustus 2024 08:10 WIB
Menteri Kordinator Bidang perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan) bersama menteri Investasi Rosan Roeslani (kanan) Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Ken Saito serta sejumlah menteri dari Negara-negara anggota Asia Zero Emission Community (AZEC) membuka pertemuan AZEC 2nd Ministerial Meeting, di Jakarta, Rabu (21/8/2024). (Foto: Ahmad Ali Futhuhin/RM)
Menteri Kordinator Bidang perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan) bersama menteri Investasi Rosan Roeslani (kanan) Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Ken Saito serta sejumlah menteri dari Negara-negara anggota Asia Zero Emission Community (AZEC) membuka pertemuan AZEC 2nd Ministerial Meeting, di Jakarta, Rabu (21/8/2024). (Foto: Ahmad Ali Futhuhin/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah tak lagi jadi Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto makin all out urus negara. Seharian kemarin, Rabu (21/8/2024) misalnya, Airlangga yang masih menjabat sebagai Menko Perekonomian, memimpin pertemuan bilateral antara menteri-menteri di ASEAN dan Jepang, di Jakarta.

Sejak mengumumkan mundur sebagai Ketum Partai Golkar, Sabtu (10/8/2024), Airlangga sudah tidak lagi terlibat dalam urusan politik di Golkar. Bahkan dalam Munas Golkar yang berlangsung selama 2 hari kemarin, Airlangga memilih tidak hadir.

Airlangga memilih fokus pada tugas-tugasnya sebagai Menko Perekonomian di sisa masa jabatan yang kurang dari 2 bulan lagi. Mulai dari rapat kabinet bersama Presiden Jokowi, hingga urusan yang berkaitan dengan tugasnya sebagai Menko Perekonomian.

Baca juga : Anies-Kaesang H2C (Harap-harap Cemas)

Rabu (21/8/2024), Airlangga memimpin pertemuan bilateral antara menteri-menteri di ASEAN-Jepang yang tergabung dalam Asia Zero Emission Community (AZEC). Di forum tersebut, Airlangga menjabat sebagai Ketua Steering Committee Joint Task Force.

Hadir juga Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Saito Ken, serta Ketua Dewan Direksi Japan Bank of International Cooperation (JBIC) Tadashi Maeda. Lainnya, ada Menteri Investasi/Kepala BKPM RI Rosan Roeslani, Senior Vice-Minister State Minister of Environment Jepang Tetsuya Yagi. Serta perwakilan dari negara-negara ASEAN, seperti Malaysia, Singapura, Phillipina, Thailand, Kamboja, Brunei Darussalam, Laos, Vietnam, hingga pejabat dari Australia.

Lewat forum itu, Airlangga mengatakan, sebanyak 34 proyek transisi energi Indonesia diajukan ke AZEC pada 2024 untuk mendapat pendanaan dari Jepang.

Baca juga : Gus Yahya Rahasiakan Strategi Geser Cak Imin

“Nah, proyek yang masuk di dalam ASEAN Zero Emission Community ini proyek yang dibidangi oleh Indonesia dan Jepang,” kata Airlangga.

Tahun 2024, jelas Airlangga, terdapat 78 proyek yang diajukan ke AZEC oleh negara-negara anggotanya. Adapun negara-negara anggota AZEC meliputi Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Kamboja, Laos, Brunei, dan Australia.

Adapun rangkaian AZEC 2nd Ministerial Meeting meliputi enam Expert Group Meeting yang diadakan untuk mengidentifikasi peluang hingga mencari solusi secara bersama-sama atas tantangan investasi di bidang transisi energi.

Baca juga : BAKTI Tambah Bandwidth

Berdasarkan hasil dari rangkaian pertemuan tersebut, telah teridentifikasi sejumlah proyek potensial yang dikategorikan dalam tiga kategori berdasarkan kesiapan proyek.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.