Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ide Transportasi Sungai RK Sulit Diterapkan
Pengamat Nilai Ide Transportasi Pramono yang Realistis
Senin, 14 Oktober 2024 09:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Masalah kemacetan di Jakarta sudah menjadi isu yang sangat serius selama bertahun-tahun.
Keterbatasan lahan, dipadukan dengan pertumbuhan volume kendaraan yang pesat, semakin memperumit pengembangan jalan-jalan baru.
Oleh karena itu, alternatif paling efektif yang dapat diambil adalah membangun sistem transportasi umum yang handal, layak, dan ekonomis, serta mampu menjangkau hingga ke daerah-daerah penyangga.
Ide ini disuarakan oleh Pramono Anung, calon gubernur Jakarta nomor urut tiga, dalam debat pertama Pilkada Jakarta. Ia menilai pentingnya integrasi transportasi Jakarta dengan area penyangga.
Sebelumnya, Pramono Anung menegaskan bahwa kemacetan di Jakarta tidak hanya bisa diselesaikan dengan memperbanyak jalan raya atau flyover, tetapi dengan membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi secara menyeluruh.
Menurut Pramono, transportasi publik di Jakarta harus memiliki daya jangkau yang luas, tidak hanya di pusat kota, tetapi juga hingga ke wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Unilah cara agar mobilitas masyarakat dapat lebih efisien.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyetujui usulan ini. Menurutnya, inti dari solusi kemacetan di Jakarta adalah memastikan transportasi publik dapat menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk daerah penyangga.
Sistem transportasi publik yang handal harus mencakup seluruh wilayah metropolitan Jakarta, terutama area penyangga, karena sebagian besar warga yang bekerja di Jakarta tinggal di wilayah ini.
“Dengan jangkauan yang luas, akan ada lebih banyak pilihan transportasi bagi masyarakat dan mereka tidak perlu lagi bergantung pada kendaraan pribadi," jelas Djoko, saat dihubungi, Jumat (11/10/2024).
Baca juga : Resmi Ditetapkan Sebagai Cagub DKI, Pramono Dan RK Bakal Debat 3 Kali
Saat ini, transportasi publik di Jakarta telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama dengan adanya TransJakarta, MRT, dan LRT.
Namun, jangkauannya masih terbatas di dalam kota, dan belum optimal menjangkau wilayah penyangga.
Salah satu kelemahan sistem transportasi Jakarta saat ini adalah ketidakmampuannya dalam menyediakan aksesibilitas yang merata.
Pasalnya, banyak warga di area penyangga yang masih harus menggunakan kendaraan pribadi untuk mencapai titik transportasi umum, dan ini mengakibatkan kemacetan tetap tinggi.
Menurut Djoko, integrasi antarmoda transportasi yang lebih baik menjadi sangat penting. Menurutnya, setiap moda transportasi harus saling terhubung dengan mudah agar perjalanan masyarakat lebih efisien.
Transportasi umum harus terintegrasi dengan baik antara satu moda dengan moda lainnya. Misalnya, dari LRT ke MRT, lalu ke TransJakarta, harus bisa dilakukan dengan mulus tanpa hambatan yang berarti.
"Ini akan mendorong lebih banyak orang menggunakan transportasi publik daripada kendaraan pribadi," tambah Pramono.
Selain integrasi fisik, integrasi tarif juga penting. Dengan satu tarif yang terintegrasi, masyarakat akan lebih tertarik menggunakan transportasi umum karena lebih ekonomis dan efisien.
Di banyak negara maju, satu tiket bisa digunakan untuk berbagai moda transportasi, dan ini sangat memudahkan mobilitas masyarakat.
Baca juga : Kolaborasi Dongkrak Kualitas Tenaga Kerja Konstruksi Yang Bersertifikasi
Jika diterapkan di Jakarta, ini akan sangat membantu mengurangi kemacetan. Di sisi lain, Djoko Setijowarno juga menekankan pentingnya kelayakan transportasi.
Menurutnya, selain handal dan terjangkau, transportasi publik di Jakarta dan area penyangga harus memenuhi standar kenyamanan yang tinggi.
Jika transportasi publik nyaman, masyarakat tidak akan ragu untuk beralih. Hal ini penting untuk membangun budaya menggunakan transportasi umum yang kuat.
Djoko mengingatkan, membangun sistem transportasi yang handal dan terintegrasi di Jakarta bukanlah hal yang mudah.
Namun, dengan kemauan politik dan investasi yang tepat, Jakarta dapat mengatasi masalah kemacetan yang telah lama menggerogoti kota ini.
Dan, pada akhirnya, masyarakat akan menikmati kota yang lebih nyaman dan mobilitas yang lebih baik.
Satu langkah penting yang dapat diambil adalah mempercepat pembangunan jalur-jalur transportasi massal, serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan visi Jakarta sebagai kota dengan transportasi publik terbaik di Asia Tenggara.
Namun, meskipun transportasi publik sudah memadai, masyarakat Jakarta lebih memilih menggunakan sepeda motor. Karena itu, edukasi perlu terus dilakukan.
"Masyarakat kita masih nyaman naik motor," kata Djoko.
Baca juga : Pengamat Sebut Transisi Pemerintahan Berjalan Mulus
Sementara di negara-negara maju seperti Eropa, kebijakan untuk mendorong warga berjalan kaki atau menggunakan transportasi publik lebih efektif karena tidak hanya menyediakan jalur yang aman tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas pelindung seperti peneduh jalan.
Singapura, mampu mendorong warganya untuk berjalan kaki atau menggunakan transportasi publik karena tata kotanya dirancang untuk kenyamanan, termasuk jalur pejalan kaki yang terlindungi.
Di Jakarta, kondisi ini masih menjadi tantangan, terutama terkait infrastruktur yang mendukung pejalan kaki. Banyak warga merasa tidak aman atau tidak nyaman berjalan kaki di Jakarta.
Namun, Djoko menambahkan bahwa solusi transportasi sungai, seperti yang pernah dicoba pada era Sutiyoso, lalu diusulkan kembali oleh Ridwan Kamil, dinilai kurang realistis.
“Transportasi sungai gagal karena debit air yang tidak stabil dan kebersihan sungai yang buruk," jelasnya.
Untuk membuat transportasi sungai berfungsi, debit air harus stabil dan sungainya harus bersih.
“Selain itu, permintaan dari masyarakat di sepanjang sungai juga harus ada, jika tidak, program tersebut hanya akan menjadi angkutan yang tidak diminati," tegas Djoko.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya