Dark/Light Mode

Cegah Kekeringan, LPKR Komit Lakukan Penghematan Air Dalam Proses Produksi & Distribusi

Selasa, 16 Juli 2024 12:36 WIB
LPKR berkomitmen meningkatkan upayanya untuk mengurangi kehilangan air dalam proses produksi maupun distribusi. (Foto: Ilustrasi LPKR)
LPKR berkomitmen meningkatkan upayanya untuk mengurangi kehilangan air dalam proses produksi maupun distribusi. (Foto: Ilustrasi LPKR)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), platform real estate dan layanan kesehatan di Indonesia, berkomitmen meningkatkan upayanya untuk mengurangi kehilangan air dalam proses produksi maupun distribusi.

Dalam operasionalnya, antisipasi kehilangan air merupakan prioritas Divisi Pengolahan Air (Water Treatment Division/WTD) perseroan, yang juga turut memastikan penggunaan air yang efisien sekaligus mengurangi biaya yang terkait dengan kehilangan air.

Di samping itu, pencegahan kebocoran air juga dapat membantu mengurangi dampak kekeringan dan kelangkaan air terhadap masyarakat setempat.

Baca juga : Menag: Jadikan Semangat Tahun Baru Islam Inspirasi Perbaiki Diri & Beri Kontribusi

Oleh karena itu, LPKR telah menerapkan beberapa langkah guna meminimalkan jumlah kehilangan air dalam produksi dan distribusi air, seperti penggantian peralatan dan suku cadang (pipa, pengukur tekanan, sistem pompa, dan filter mediamedia filter), rencana induk dan studi infrastruktur yang berguna untuk mengoptimalkan kapasitas kolam retensi dan mengidentifikasi area tambahan yang dapat dikembangkan di dalam wilayah operasi perusahaan.

Selain itu, studi neraca air dilakukan untuk menilai rasio pasokan air yang bersumber dari berbagai sumber daya air potensial di dalam pengembangan, termasuk kolam retensi, air daur ulang, dan pasokan air lokal (PDAM).

Group CEO LPKR John Riady menyampaikan bahwa bagi LPKR penting untuk mencegah kebocoran air serta mengurangi kehilangan air.

Baca juga : Ketemu Menlu China, Luhut Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi

"WTD menerapkan berbagai langkah seperti kalibrasi ulang meteran air, penggantian alat pengukur tekanan untuk mengontrol tekanan pipa distribusi, dan penggantian sistem pompa inverter untuk kontrol tekanan yang konstan," ujar John pada keterangannya, Selasa (16/7/2024).

Selain berfungsi untuk menghemat air, langkah-langkah tersebut menurut John juga meningkatkan efisiensi sistem distribusi air sehingga mengurangi biaya yang terkait dengan pemborosan air.

LPKR juga telah mencanangkan target 20 persen dari total konsumsi air grup berasal dari sumber air yang berkelanjutan pada tahun 2030.

Baca juga : Antisipasi Kekeringan, Jokowi Minta 20 Ribu Pompa Dipasang Di Daerah Produksi

"Pada tahun 2023, 24 persen dari konsumsi air grup telah berasal dari sumber-sumber berkelanjutan seperti daur ulang air limbah dan pemanenan air hujan," pungkas John.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.