Dark/Light Mode

Debat Perdana Pilkada Papua Barat Daya, 5 Cagub-Cawagub Paparkan Visi dan Misi

Kamis, 17 Oktober 2024 15:36 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Debat publik perdana Pilkada Papua Barat Daya 2024 berlangsung meriah di studio Metro TV, Jakarta, Rabu (17/10/2023) malam.

Tema debat pertama kali ini adalah tentang Pembangunan SDM dalam rangka mewujudkan masyarakat Papua Barat Daya yang sehat, cerdas, produktif dan berbudaya sesuai kebijakan Pembangunan dan Otonomi Khusus bagi Papua.

Lima pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur memaparkan visi dan misi mereka.

Acara yang digelar Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Papua Barat Daya ini menjadi platform penting bagi para calon untuk menjelaskan program kerja dan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam menentukan pilihan mereka.

Lima paslon itu yakni nomor urut 1, Abdul Faris Umlati dan Petrus Kasihiuw (ARUS) yang diusung PAN, PKB, dan Gerindra.

Selanjutnya, pasangan nomor urut 2, Gabriel Assem-Lukman Wugaje (GAUL) yang diusung PSI, Demokrat, NasDem, dan PKS.

Pasangan nomor urut 3, Elisa Kambudan Ahmad Nausrau (ESA) yang didukung Partai Golkar.

Kemudian pasangan nomor urut 4, Yoppie Onesimus Wayangkau dan Ibrahim Wugaje (JOIN), yang diusung oleh PDIP, PPP, dan Partai Buruh.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Raih 5 Penghargaan Keselamatan Migas 2024

Serta, pasangan nomor urut 5 yang diusung Bernard Sagrim berpasangan dengan Sirajudin Bauw (BERSINAR), diusung oleh Hanura, Perindo dan Partai Gelombang Rakyat Indonesia Dalam pelaksanan debat.

Pasangan nomor urut 1, Abdul Faris Umlati dan Petrus Kasihiw, berfokus pada sektor pendidikan. Abdul Faris mengungkapkan, angka Partisipasi Murni (APM) siswa di Papua Barat Daya menunjukkan tren menurun.

“Kami berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan pendidikan dengan memberikan tunjangan kesejahteraan untuk guru di daerah terpencil,” ujarnya.

Mereka menyatakan, pendidikan mrrupakan pilar utama pembangunan daerah.

Salah satu program yang dijanjikan adalah memberikan tunjangan kesejahteraan untuk guru-guru di daerah-daerah terpencil.

"Kami sesuaikan berdasarkan karakteristik daerah-daerah yang ada di Papua Barat Daya," tandas Abdul Faris Umlati.

Sementara itu, Gabriel Assem dan Lukman Wugaje mempresentasikan visi untuk masyarakat yang sehat, cerdas, produktif, dan berkelanjutan.

Gabriel menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia yang profesional serta birokrasi pemerintahan yang efisien dan efektif.

Baca juga : Debat Perdana Pilkada Jakarta, RK Dinilai Unggul, Program Lebih Realistis

“Kami akan fokus pada tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.

Pasangan nomor urut 3, Elisa Kambu dan Ahmad Nausrau, menawarkan visi untuk menciptakan Papua Barat Daya yang maju, mandiri, dan sejahtera melalui pertumbuhan ekonomi lokal.

Elisa menekankan pentingnya pembangunan yang berkesinambungan sebagai kunci kemajuan daerah.

Pasangan calon nomor urut 4, Joppye Wayangkau dan Ibrahim Wugaje, menekankan pentingnya pelestarian budaya dan bahasa daerah.

“Kami akan memberikan kepastian hukum bagi hutan adat dan masyarakat adat, serta membuat aturan tentang hukum-hukum adat yang melibatkan pakar hukum,” tegasnya.

Dia menekankan perlunya dasar hukum untuk melindungi budaya dan bahasa ibu di Papua Barat Daya.

“Kami sudah siapkan di program kami, yaitu memberikan kepastian hukum bagi hutan adat dan masyarakat adat,” tegas Joppye.

Calon gubernur nomor urut 5, Bernard Sagrim dan Sirajudin Bauw, juga tidak kalah ambisius dengan rencana pembentukan dua lembaga baru untuk mempercepat layanan publik dan pembangunan.

Baca juga : Debat Pilgub Jakarta, Kang Emil Paparkan 5 Prinsip Kepemimpinan Dan Programnya

Bernard menekankan kolaborasi sebagai kunci untuk mencapai kebijakan yang efektif.

“Kami percaya melalui kolaborasi, kita bisa menciptakan kebijakan yang mengakomodasi semua pihak,” tandasnya.

Sementara dalam sambutannya, Ketua KPU Papua Barat Daya, Andarias Daniel Kambu, menyatakan bahwa debat ini penting untuk membentuk opini publik yang terinformasi.

“Debat publik adalah inti dari demokrasi. Masyarakat harus dapat memilih berdasarkan informasi yang jelas tentang visi dan misi para calon,” ujarnya.

Debat perdana ini diharapkan dapat memberi pencerahan kepada masyarakat mengenai setiap paslon sebelum pemilihan yang akan berlangsung.

KPU merencanakan dua debat lanjutan pada 30 Oktober dan 20 November 2024, dengan tema yang berbeda untuk menggali lebih dalam visi dan misi para calon.

Dengan adanya platform ini, masyarakat diharapkan dapat membuat keputusan yang bijak dalam memilih pemimpin yang mampu mewujudkan harapan dan kebutuhan mereka di Papua Barat Daya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.