Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pandangan Pengamat Politik Citra Institute atas Gebrakan Prabowo & Kritik Julid
Rabu, 30 Oktober 2024 12:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat Politik Citra Institute, Efriza, melihat, sejak dilantik menjadi Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto telah melakukan beberapa langkah dan gebrakan awal yang banyak menuai apresiasi publik. Di antaranya seperti mengumumkan susunan kabinetnya di hari yang sama saat ia dilantik menjadi presiden, memberikan pembekalan selama 3 hari di Lembah Tidar dengan judul “Magelang Retreat”, mewajibkan menteri dan wakil menteri untuk memakai mobil dinas produksi dalam negeri “Maung Garuda” yang dibesut oleh Pindad.
"Juga mengingatkan menteri dari parpol untuk tidak mencuri uang APBN, serta berkomitmen langsung tancap gas bekerja setelah pembekalan di Hambalang dan Magelang selesai," ucapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (30/10/2024).
Dia melanjutkan, langkah-langkah Prabowo ini seolah ingin menjawab tingkat kepercayaan dan ekspektasi publik yang sangat besar terhadap pemerintahannya. Sebagaimana tercermin dalam survei Indikator Politik Indonesia, yang menyatakan bahwa 85,3 persen masyarakat Indonesia yakin bahwa putra Soemitro Djojohadikoesoemo ini akan bisa membawa nusantara bergerak kearah yang lebih baik.
Baca juga : Gandeng Tony Blair Institute dan Apolitical, LAN Gelar Pelatihan AI Untuk ASN
Namun, kata dosen Ilmu Pemerintahan UNPAM Serang tersebut, di tengah tingginya kepercayaan publik terhadap Prabowo dan langkah awal yang sudah sangat baik, masih ada yang mencoba menggoyang jalannya roda pemerintahan. “Kritik terus diluncurkan, meski terkadang kritik yang dilakukan berpangkal dari sesuatu yang diada-adakan,” imbuhnya.
Dia mencontohkan kritik terkait kegiatan “Magelang Retreat” yang dianggap sebagai upaya pengembalian pemerintahan yang militeristik. Padahal, Prabowo sudah menegaskan, “Magelang Retreat” adalah the military way dalam sistem pengorganisasian pemerintahan, bukan untuk menjadikan pemerintahan militeristik.
“Cara ini sudah banyak diadopsi perusahaan-perusahaan dunia dan terbukti sangat efektif. Sebagaimana diketahui, pengorganisasian cara militer adalah model yang diakui menjadi yang terapi, terbaik dan termodern di dunia,” ucap Efriza.
Baca juga : Persaingan Ketat Menuju Piala Dunia, Erick Minta STY Matangkan Tim Dan Taktik
Dia melanjutkan, ada juga kritikus yang mempersoalkan hal-hal yang tidak substansial. Dia mencontohkan sikap pakar hukum Refly Harun, yang mempersoalkan kehadiran Ketua Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran, Sufmi Dasco Ahmad, yang mendampingi Prabowo Subianto saat mengumumkan susunan kabinet.
“Kritik Refly ini, menurut saya, tidak substansial. Semua orang tahu bahwa Sufmi merupakan Ketua Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran, yang salah satu fungsi utamanya adalah membantu Prabowo dalam menyusun kabinet,” tutur Efriza.
Memang, kata dia, masa bakti Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran berakhir saat Prabowo dilantik sebagai presiden. Namun, karena salah satu fungsi utama tim ini adalah turut menyusun kabinet Prabowo-Gibran, ketika Prabowo meminta Sufmi mendampingi pada saat mengumumkan kabinet, itu sangat wajar. “Karena ketika Prabowo membutuhkan informasi secara cepat, dengan segera Sufmi bisa memberikannya,” imbuhnya.
Baca juga : Prabowo Ingatkan Pemimpin Politik, Jangan Bersikap Seperti Burung Unta
Dalam konteks demokrasi, tambah Efriza, kritik adalah vitamin. Dengan catatan, kritik diarahkan pada hal-hal yang substansial.
Akan tetapi, tambah Efriza, perlu digarisbawahi, jika dilakukan dengan dasar ketidaksukaan, tentu akan berimplikasi terhadap lemahnya substansi kritik dan dalil argumentasi yang tidak kuat serta tidak rasional. “Yang pada ujungnya, kritik hanya akan bersifat trivial. Selain itu, kritik semacam ini bisa dikategorikan sebagai julid semata,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya