Dark/Light Mode

Senator Senang MBG Kini Diprioritaskan di Daerah 3T

Sabtu, 13 Juni 2026 09:34 WIB
Siswa SMK Negeri 1 Jakarta menikmati MBG, Kamis (8/1/2026). (Foto: Tedy O Kroen/RM)
Siswa SMK Negeri 1 Jakarta menikmati MBG, Kamis (8/1/2026). (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang memprioritaskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ia memandang, kebijakan tersebut merupakan ekspresi keberpihakan negara terhadap daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pangan, pendidikan, dan layanan dasar.

Menurut Tamsil, Presiden Prabowo Subianto sangat serius melakukan pembenahan tata kelola MBG. Hal itu terlihat dari langkah cepat dalam melakukan evaluasi hingga penindakan terhadap berbagai persoalan di lapangan.

“Kita melihat ini luar biasa kesungguhan Presiden. Pagi masih bareng, sore ada pergantian, dini hari ada penangkapan. Artinya Presiden sangat serius menata program ini agar benar-benar berjalan untuk kepentingan rakyat,” kata Tamsil dalam Diskusi Media bertajuk “Menata Ulang MBG: Selamat Datang Dapur Sekolah” di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Tamsil menyampaikan, berbagai langkah korektif pemerintah dilakukan berdasarkan informasi dan pengawasan dari berbagai lembaga, termasuk hasil evaluasi di lapangan. “Ada beberapa sumber yang menjadi perhatian Presiden, salah satunya hasil pengawasan dan evaluasi. Langkah pembenahan ini harus ditindaklanjuti secara serius,” ujarnya.

Baca juga : Tamsil Linrung Apresiasi MBG Diprioritaskan Ke Daerah 3T

Tamsil menyatakan dukungannya terhadap Program MBG. Karena itu, ia mengapresiasi langkah-langkah pembenahan di bawah kepemimpinan Kepala BGN Nanik S. Deyang. 

“MBG ini substansinya sangat bagus karena menyangkut masa depan generasi bangsa. Juga berdampak konkret sebagai katalisator ekonomi daerah. Yang menjadi masalah adalah tata kelolanya. Karena itu aturan harus diperjelas dan pengawasannya diperkuat,” tutur Tamsil.

Tamsil juga menyampaikan bahwa langkah penghentian sementara terhadap dapur bermasalah dapat dipahami sebagai shock therapy dalam masa transisi penataan program. “Saya menghargai langkah ad hoc yang dilakukan pemerintah ketika ada persoalan langsung dilakukan suspend. Shock therapy boleh dilakukan, tapi sesudah itu aturan mainnya harus jelas supaya tidak menimbulkan ketidakpastian di lapangan,” katanya.

Dalam forum tersebut, Tamsil mengamini gagasan Dapur Sekolah dapat menjadi salah satu alternatif solusi untuk meningkatkan efisiensi dan pemerataan manfaat MBG, terutama di wilayah 3T dan lingkungan pesantren. Pendekatan baru diharapkan tidak mengulang persoalan tata kelola yang sama.

Baca juga : Kementerian PU Rampungkan 222 SPPG Pelayanan MBG Siap Mengalir ke Daerah 3T

“Dapur Sekolah bisa menjadi solusi karena lebih dekat dengan penerima manfaat dan distribusinya lebih efisien. Tapi tata kelolanya juga harus benar-benar dijaga. Dana BOS saja selama ini masih banyak persoalan. Karena itu jangan sampai model baru justru mengulang masalah yang sama,” ujarnya.

Menurut Tamsil, wilayah 3T dan pesantren harus menjadi prioritas utama dalam implementasi MBG karena memiliki kebutuhan yang lebih mendesak dan tantangan akses yang lebih berat.

“Wilayah 3T seharusnya menjadi pihak pertama yang menerima manfaat program ini. Banyak pesantren besar di daerah yang memiliki ribuan santri dan sangat memungkinkan menjadi pusat pelayanan pangan masyarakat,” kata Tamsil.

Selain itu, Tamsil juga mendorong agar relawan dan masyarakat lokal diberikan ruang lebih besar untuk terlibat dalam program melalui skema pembiayaan murah seperti Kredit Usaha Rakyat. Tamsil menilai program MBG harus menjadi instrumen penggerak ekonomi rakyat.

Baca juga : Mengenang Agus Sriyono, Diplomat Perintis Jalan Paus Ke Indonesia

“Kita perlu terobosan kreatif agar relawan memiliki rasa kepemilikan yang tinggi. Mereka bisa dilibatkan sebagai investor melalui skema KUR berbunga rendah dari perbankan,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.