Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mengenang Agus Sriyono, Diplomat Perintis Jalan Paus Ke Indonesia
Jumat, 5 Juni 2026 22:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Diplomat senior Antonius Agus Sriyono wafat pada Kamis (4/6/2026), di Jakarta. Kepergian Dubes Agus meninggalkan duka mendalam bagi Kemlu RI, kolega, dan sahabat. Sosok cerdas, kreatif, dan selalu mengutamakan kekompakan.
Demikian disampaikan mantan Duta Besar (Dubes) RI untuk Swedia Bagas Hapsoro, kepada RM.id, Jumat (5/6/2026). Rekan-rekan mengenangnya rendah hati.
“Perhatian Mas Agus pada kerukunan selalu lebih utama daripada menonjolkan diri,” katanya. Gagasan kebersamaan ia tuangkan menjadi lagu.
Lahir di Magelang, Mei 1957, Agus Sriyono adalah lulusan HI UGM dan Sekolah Dinas Luar Negeri (Sekdilu) Angkatan X 1984. Kariernya di Kemlu membentang lebih dari tiga dekade.
Di dalam negeri, ia pernah menjadi Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kemlu 2005-2008 serta Deputi II Kemenko Polhukam 2013-2016.
Di luar negeri, ia bertugas di KBRI Moskow, Lisabon, PTRI New York, dan KBRI Den Haag. Agus dilantik sebagai Dubes RI untuk Selandia Baru 2010-2013. Puncak pengabdiannya adalah Dubes LBBP RI untuk Takhta Suci Vatikan 2016-2020.
Di Vatikan, ia aktif mendorong dialog lintas agama dan mempromosikan Indonesia sebagai model toleransi Islam dan Katolik. Legasi pentingnya adalah merintis rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia yang batal pada 2020 akibat pandemi Covid-19.
Baca juga : Menko Yusril: Pemerintah Dukung Penuh KPK Usut Dugaan Korupsi Di Imigrasi
"Mendiang meyakini soft power Vatikan. Tanpa militer, Tahta Suci punya pengaruh moral global. Indonesia perlu Vatikan untuk legitimasi isu toleransi lewat diplomasi people-to-people," imbuh Bagas Hapsoro
Selepas purna tugas, Agus menjadi dosen di Universitas Prasetiya Mulya dan Anggota Dewan Penyantun Universitas Atma Jaya di Yogyakarta. Ia ingin berbagi gagasan HI yang ia tekuni seumur hidup.
Mendiang produktif menulis. Di tahun 1997 ia menjadi editor untuk buku “Indonesia and the United Nations Security Council 1995-1996”. Kemudian pada tahun 2021 bersama 29 alumnus Sekdilu X lainnya menulis tentang "Diplomasi: Kiprah Diplomat Indonesia di Mancanegara 2020".
Mantan Menlu RI Hassan Wirajuda menyebutnya pelaku sekaligus pengamat HI. Kombinasi unik dan langka. Eks Menlu Retno Marsudi menilai buku itu penting guna memahami diplomasi praktis.
Dalam Misa Requiem, Jumat (5/6/2026), Kardinal Indonesia Mgr. Ignatius Suharyo menyatakan, keimanan Agus Sriyono terwujud lewat pengabdian tulus dan dedikasi pada tugas yang dipercayakan kepadanya.
Agus Sriyono meninggalkan istri, Ir. Astuti Retno Widiati, 3 anak, dan seorang cucu. Putranya, A. Anindityo Adi Primasto (Didiet), kini menjadi diplomat di KBRI Beijing.
”Selamat jalan, Mas Agus Sriyono. Dedikasi dan kebersamaanmu akan kami kenang. Semoga beristirahat tenang di sisi Tuhan,” pungkas Bagas Hapsoro.
Baca juga : Saudi Apresiasi Langkah Besar Perbaikan Haji Indonesia
Baca juga : DPR Ingin Perjelas Batasan Penugasan Personel Polri
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya