Dewan Pers

Dark/Light Mode

Generasi Muda Jangan Lupakan Jasa Pahlawan

Rabu, 10 Nopember 2021 21:33 WIB
Anggota DPD Emma Yohanna (Foto: Istimewa)
Anggota DPD Emma Yohanna (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Pahlawan. Kepahlawanan para pejuang bangsa terbukti mampu mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Mereka merelakan harta benda, bahkan nyawa untuk Indonesia merdeka.

Anggota DPD Emma Yohanna menegaskan, para pahlawan adalah orang-orang yang sangat mulia. Tanpa jasa-jasa mereka, bangsa ini belum tentu dapat merasakan nikmat merdeka. Karena itu, dia mengajak para generasi muda untuk selalu mengingat jasa para pahlawan bangsa.

Berita Terkait : Sopir Vanessa Angel Ditetapkan Jadi Tersangka Kecelakaan Maut

“Jangan pernah melupakan jasa pahlawan. Mereka berjuang bukan untuk dirinya, tapi untuk generasi selanjutnya. Semangat menghargai pahlawan inilah yang harus terus digelorakan kepada semua generasi muda indonesia,” ujar, melalui pesan tertulisnya, Rabu (10/11).

Ia menambahkan, pahlawan adalah pejuang yang memiliki keberanian dan rela berkorban untuk kebenaran. Lahirnya bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat ini merupakan hasil perjuangan dari para pahlawan.

Berita Terkait : KSP Terbuka Terima Kritik Dan Masukan Masyarakat

“Semangat menghargai jasa-jasa pahlawan ini haruslah tertanam dalam sanubari generasi muda. Sebab, mereka akan menjadi pemimpin yang akan membawa kemajuan bangsa ini ke depan,” lanjutnya.

Senator asal Sumatera Barat itu mengatakan, generasi muda sudah seharusnya memiliki jiwa kepemimpinan yang harus selalu maju ke depan. Sebab, masa depan bangsa ada di tangan mereka. Mereka harus memiliki jiwa kepemimpinan dengan kepekaan terhadap masalah sosial, lingkungan, dan politik untuk menggerus sikap apatis dan bersikap tak acuh terhadap sesama.

Berita Terkait : Ganjar Usulkan Pocut Meurah Intan Jadi Pahlawan Nasional

“Tugas generasi muda memang bukan lagi melawan para penjajah. Tetapi bertempur dengan segala ketertinggalan seperti kebodohan dan kemiskinan serta produktif dalam memberikan kontribusi untuk bangsa,” pungkas Emma. [TIF]