Dark/Light Mode

Gerakan Roller Coaster Rupiah

Jumat, 20 Desember 2024 00:39 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Gerakan nilai tukar rupiah dalam beberapa bulan terakhir seperti roller coaster. Naik turunnya begitu cepat, berguncang, dan kadang bikin sport jantung bagi yang tidak biasa menghadapinya.

Saat ini, kondisi rupiah sedang tergencet dolar. Dalam perdagangan kemarin, nilainya menyentuh Rp 16.300 per dolar AS. Kondisi ini mengulangi pelemahan rupiah yang terjadi pada April sampai Juli lalu. Waktu itu, rupiah terseok-seok hingga menyentuh angka Rp 16.400 per dolar AS. Angka ini semakin dekat dengan rekor terendah rupiah saat krisis moneter (krismon) 1998, yang anjlok sampai Rp 16.800 per dolar AS.

Pada pertengahan Agustus, rupiah sebenarnya mulai menguat signifikan. Saat itu, rupiah tampak gagah. Banyak mata uang lain kena libas. Penguatan berlanjut sampai awal Oktober, yang mencapai puncaknya di level Rp 15.100 per dolar AS.

Baca juga : Prabowo Stop Proyek Tol Baru

Namun, sejak November, rupiah kembali terseok-seok. Sejak seminggu terakhir, rupiah kembali masuk ke level di atas Rp 16.000 per dolar AS.

Untuk saat ini, memang bukan cuma rupiah yang tergencet dolar. Yen Jepang, yuan China, won Korea Selatan, baht Thailand, dan ringgit Malaysia juga melemah dengan angka bervariasi. Namun, kondisi itu bukan berarti kita boleh cuek. Tetap harus ada langkah konkret agar rupiah kembali menguat.

Penurunan rupiah jelas membuat ekonomi kita dalam kondisi rawan. Saat rupiah melemah, harga barang-barang akan naik, terutama yang berasal dari impor. Inflasi pun akan terus terjadi. Dari sisi statistik, ekonomi memang akan terlihat tumbuh. Namun, hal itu tidak akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab, uang yang mereka pegang nilainya melemah.

Baca juga : 3 Jurus Capai Mandiri Energi

Untuk itu, diperlukan strategi yang jitu guna meredam penurunan nilai tukar rupiah. Dalam waktu, jika belum bisa membuat rupiah menguat, paling tidak nilai tukarnya ditahan menjadi stabil. Jangan turun lagi.

Bagaimana strateginya? Para pakar dan ekonom yang ada di pemerintahan mestinya tahu. Jika cara lama tak ampuh, mungkin kita bisa mencontoh cara negara lain yang mampu mempertahankan nilai mata uangnya. Seperti Arab Saudi. Selama ini, nilai riyal terhadap dolar AS sangat stabil. Nilai lima tahun lalu sampai sekarang masih sama, yaitu 3,75 riyah Saudi per dolar AS.

Untuk menguatkan rupiah, Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendirian. Semua stakeholder harus bahu-membahu, mulai dari Bank Indonesia, pengusaha ekspor impor, kalangan industri dalam negeri, sampai masyarakatnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.