Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Pencoblosan Pilkada 2024 sudah berlalu selama seminggu. Namun, suhu politik di beberapa daerah masih terus panas. Saling sindir, saling serang, dan saling menjelekkan lawan politik masih intens.
Sebagian calon dan para timsesnya masih mempertontonkan pentas pertarungan kepada masyarakat. Baik dari pihak yang menang dalam versi quick count maupun yang kalah, suasana peperangannya masih terasa.
Baca juga : Mencari Teladan Ucapkan Selamat
Jika berkaca para ucapan mereka sebelumnya, kondisi sekarang sungguh ironis. Sebelum Pilkada 2024, para elite itu kerap “menceramahi” masyarakat agar menjalani proses demokrasi ini dengan sejuk, tenang, dan menghindari perpecahan. Ternyata, kata-kata bijak tersebut tak bisa mereka laksanakan sendiri.
Sebagian elite masih mempertontonkan kegaduhan di depan publik. Berbagai hal mereka gunakan sebagai senjata dalam menyerang musuhnya. Ada yang memakai isu lama atau cerita masa lalu untuk merusak citra lawan politiknya. Ada juga yang menggunakan isu baru agar bisa men-downgrade saingannya.
Baca juga : Fenomena Malas Nyoblos
Jika pertarungan antara elite ini terus berlanjut, kegaduhan serupa akan merembet ke masyarakat. Apalagi, masing-masing elite dan calon dalam Pilkada memiliki pendukung fanatik. Para pendukung ini akan ikut meradang saat calonnya atau idolanya diserang pihak lain.
Karena itu, sebaiknya para elite mulai mengerem. Segala rasa gondok akibat kekalahan dalam Pilkada harus diredam. Kalau tidak terima dengan kekalahan atau merasa dicurangi, tinggal kumpulkan bukti yang valid lalu ajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bukan malah dengan menyulut api peperangan dan memainkan emosi publik.
Baca juga : Injury Time Pilkada 2024
Elite harus mampu meredam amarah. Jangan emosian dan jangan urakan. Elite harus bisa menjadi teladan yang baik bagi masyarakat. Jangan lagi menggunakan cara-cara kasar dalam meraih simpati publik.
Sesungguhnya, saat ini publik pun sudah jenuh dengan pertarungan politik. Faktanya terlihat jelas dari merosotnya partisipasi pemilih dalam pencoblosan lalu. Jangan sampai publik semakin antipati dengan politik, karena ulah elite yang bertarung tiada henti.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.