Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di 2024 sangat besar. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), sebanyak 77.965 orang menjadi korban PKH di 2024. Angka ini melonjak 20,21 persen dibandingkan 2023, yang tercatat sebanyak 64.855 orang.
Di 2025, gelombang ini harus diantisipasi dengan baik. Untuk dihilangkan sama sekali, memang tidak mungkin. Sebab, roda ekonomi berjalan dinamis. Ada perusahaan baru yang berdiri, ada juga perusahaan lama yang tutup. Yang perlu dilakukan adalah menekan sekecil mungkin angka PHK.
Baca juga : Jangan Lupakan Polusi Udara
PHK merupakan salah satu problem penghambat pertumbuhan ekonomi. Dengan banyaknya PHK, berarti bertambah pengangguran baru. Untuk beberapa saat, para korban PKH itu mungkin masih punya bekal dari uang pesangon yang didapat. Namun, jika tidak segera mendapat pekerjaan baru, daya beli mereka akan melemah. Hal ini akan berkontribusi pada penurunan permintaan pasar.
Agar korban PKH minim, industri kita harus kondusif dan menguntungkan. Produksinya lancar dan barangnya laris manis. Sayangnya, sebagian dunia industri sedang tidak baik-baik saja. Contohnya industri tekstil dan alas kaki, yang digempur habis-habisan oleh barang impor. Banyak pabrik tekstil sudah tutup. Beberapa yang lain juga kolaps.
Baca juga : Pejabat Out Of The Box
Memang, saat ini ada sektor baru yang sedang berkembang dan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Contohnya, sektor hilirisasi. Berdasarkan data Pemerintah, sektor ini sudah menyerap tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang.
Namun, perlu diingat, penambahan tenaga kerja baru juga tinggi. Setiap tahun, ada ratusan ribu atau bahkan jutaan dari lulusan perguruan tinggi dan SMA/sederajat yang mencari kerja. Jika jumlah ini tidak terserap baik, sebagian mereka akan menganggur, dan menjadi beban ekonomi.
Baca juga : Pejabat Harus Baik Alamiah
Untuk menyerap mereka, dan meminimalisir terjadinya PHK, industri di dalam negeri harus baik. Produksinya baik, penjualannya juga baik. Sektor-sektor baru harus tumbuh dengan inovasi dan teknologi tinggi. Penjualan produknya jangan hanya mengandalkan pasar dalam negeri, tapi juga harus mampu bersaing di pasar ekspor.
Untuk itu, Pemerintah, DPR, dunia usaha, konglomerat, dan entrepreneur harus bersatu dan kompak. Caranya, dengan terus menjaga industri kita agar berjalan baik. Jaga produksinya, jaga kualitasnya, dan juga jaga pasarnya. Dengan begitu, diharapkan ekonomi dapat berputar dengan baik, dan jumlah PHK dapat ditekan sekecil mungkin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.