Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
Sebelumnya
Untuk wilayah tertentu yang belum terjangkau satgas, kita berharap, pemerintah membuat aturan yang tegas untuk penggilingan padi swasta. Yaitu, membeli gabah petani dengan harga minimal Rp 6.500 per kg.
Ke depan ini, penggilingan padi swasta dan mitra Bulog mesti bekerja lebih efisien. Ini penting untuk menekan biaya penggilingan gabah menjadi beras. Kalau biaya produksinya rendah, harga jual beras ke pasar bisa ditekan, sehingga tidak memberatkan konsumen.
Baca juga : Pemerataan Kesejahteraan
Kita juga berharap, produksi padi petani tahun 2025 naik lebih dari 25 persen dibanding produksi tahun lalu. Untuk ini, penyaluran pupuk subsidi dan benih bersertifikat perlu diperlancar.
Untuk mencapai swasembada beras, pemerintah tak boleh pelit kepada petani. Artinya, pemerintah mesti menyiapkan anggaran atau subsidi khusus untuk benih bersertifikat.
Baca juga : Jangan Persulit Rakyat Kecil
Jadi pada panen raya tahun ini, baik petani maupun pemilik penggilingan padi yang ada di desa diharapkan bisa memperoleh keuntungan yang layak. Kegiatan usaha tani seperti inilah yang akan memacu pertumbuhan ekonomi di level bawah.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Sabtu, 8 Februari 2025 dengan judul "Ayo Serap Gabah Petani"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.