Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Jakarta saat ini sedang melakukan trik sulap terbesar: melenyapkan kemacetan dalam seminggu. Ratusan ribu kendaraan menguap. Kota ini mendadak sepi, mirip mesin raksasa yang sedang masuk bengkel untuk servis besar.
Tapi, ini bukan kesepian. Ini kemewahan. Bagi warga yang setia menjaga ibu kota atau turis yang nyasar, inilah waktu emas.
Kapan lagi bisa memandangi arsitektur Jalan Sudirman tanpa terhalang asap knalpot dan klakson yang emosional?
Baca juga : Demokrasi Ijon Di Daerah
Dulu, ada warga yang nekat gelar kasur atau setrika baju di tengah jalan protokol. Ekstrem, memang. Tapi itu bukti betapa rindunya kita pada ruang kosong.
Daripada aksi nekat tersebut mengundang kritikan, kenapa tidak dilegalkan saja di saat jakarta sedang menggunakan mode hening ini?
Bayangkan, misalnya, Pemprov DKI menggelar Midnight Cycling atau Photowalk resmi di jalur utama. Jalur yang biasanya bikin darah tinggi, kini jadi panggung estetis. Jakarta bisa pamer wajah aslinya sebagai kota warisan budaya, bukan sekadar “kotak sarden” raksasa.
Baca juga : Ingat Perang Di Rumah Sendiri
Momen ini juga bisa menjadi labora torium gratis. Dengan hilangnya sekitar 25 persen kendaraan, Pemprov DKI bisa cek ombak.
Pasang semua sensor udara. Lihat seberapa bersih paru-paru kota ini tanpa beban kendaraan pribadi. Hasilnya? Bisa jadi dasar ilmiah kebijakan lingkungan yang akurat. Bukan cuma tebak-tebak buah manggis.
Mumpung sepi, ini juga menjadi waktu terbaik untuk melakukan “operasi plastic” fasilitas publik. Aspal jalan yang bolong-bolong bisa ditambal tanpa bikin drama kemacetan.
Baca juga : Taruhan Nasib Seratusan Dolar
Jalur TransJakarta bisa dicat ulang agar tidak lagi terlihat seperti sirkuit off-road. Drainase raksasa bisa dikeruk total tanpa takut memutus urat nadi ekonomi.
Jangan lupakan ruang publik. GBK atau Monas bisa jadi panggung komunitas lokal yang selama ini “tenggelam” oleh hiruk-pikuk aktivitas kantoran.
Jakarta saat mudik tidak sedang mati. Jakarta sedang bernapas dalam-dalam. Menghirup oksigen yang selama ini dikorupsi oleh polusi. Nikmati keheningan langka ini. Ini kemewahan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.