Dark/Light Mode

Potong Rumput, Piara Monster

Kamis, 5 Maret 2026 06:42 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Tarohlah kita sedang bermain catur sembari menunggu buka puasa. Apa targetnya? Raja lawan ditumbangkan dan permainan berakhir. Menang. Skakmat!

Namun, dalam papan catur geopolitik, strateginya berbeda. Bukan kemenangan skakmat yang dicari. Karena, kemenangan total justru bisa menjadi kekalahan strategis. Mengapa? Karena musuh yang abadi terkadang lebih berharga daripada musuh yang mati.

Kok bisa? Mari kita bicara tentang Iran. Secara naratif, Teheran adalah “musuh utama” bagi lawan-lawannya.

Namun, bayangkan jika besok pagi, atau empat minggu lagi, seperti yang ditargetkan, Iran runtuh sepenuhnya. Lalu, negara itu berubah menjadi demokrasi yang tenang. Apa yang kemudian terjadi?

Baca juga : Perang Di Ujung Jari

Bagi industri, terutama pertahanan, itu adalah bencana finansial. Tanpa persepsi ancaman nuklir Iran, tanpa ekspansi pengaruh ideologi keagamaan Iran, maka hilang pula alasan untuk menjual persenjataan senilai miliaran dolar ke tetangga-tetangga Iran yang terancam.

Kalau Iran menjadi air yang tenang, politisi akan kehilangan “kambing hitam” paling efektif untuk mengalihkan isu-isu internal. Musuh bersama adalah lem perekat terbaik.

Di titik inilah muncul istilah “memangkas rumput”. Kalau runput di halaman rumah sudah tinggi, bisa merusak pemandangan. Sebaliknya, kalau dicabut habis, lalu disemen, ekosistemnya rusak. Maka, pangkas saja secara rutin. Tidak perlu dicabut.

Dalam konteks di Asia Barat, di kawasan Arab, atau sering juga disebut Timur Tengah, satu negara pengganggu harus dibuat cukup lemah agar tidak bisa mendominasi kawasan. Namun, negara tersebut harus tetap “menakutkan”, agar tetangganya terus merasa perlu membeli perlindungan.

Baca juga : Mesin Politik, Mesin Dapur

Inilah yang disebut “kekacauan yang dikelola”. Dalam kondisi seperti ini, seringkali perdamaian abadi bukanlah target utama. Karena, mengelola level konflik agar tetap berada pada titik didih yang terkontrol, lebih penting dan menguntungkan.

Dengan demikian, terkadang, perang modern bukan lagi bagaimana mengalahkan musuh atau “skakmat”. Saat ini, perang diperlukan untuk memastikan bahwa musuh tetap terpelihara sehingga ada alasan bagi mesin kekuasaan untuk terus berputar.

Dalam real-politik di level apa pun, dimana pun, kita juga sering melihat “strategi” itu: jangan menang skakmat. Cukup potong rumputnya sesuai kepentingan. Biarkan “monsternya” tetap hidup. Kalau tidak ada, ciptakan monsternya. Dengan demikian, keamanan, keuntungan dan kekuasaan tetap terjaga. Bisnis perlindungan juga tetap berjalan.

Bagaimana dengan Iran, Amerika dan Israel? Kita tunggu langkah-langkah di atas “papan catur” 3-4 minggu ke depan.

Baca juga : Skor Yang Jadi Alarm

Atau, bisa juga, tiba-tiba datang seseorang yang berteriak “bubar, bubar! Jangan berisik! Bubar!!”. Papan catur kemudian dilipat. Dunia kembali berjalan normal, mewariskan kehancuran, duka serta trauma yang panjang.

Lalu, perang dahsyat yang sangat mematikan itu untuk apa!? Untuk siapa!?;

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.