Dark/Light Mode
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Dunia media sosial begitu berisiknya. Media massa kini benar-benar kalah berisik. Menyikapi situasi terakhir terkait kebijakan PPKM, secara garis besar publik terbelah dua: setuju dan tidak setuju perpanjang. Begitu ributnya.
Baca juga : Apa Arti Persentase
Kelompok yang setuju merasa bahwa PPKM mesti diteruskan. Situasi pandemi belum benar-benar mereda. Angka keterpaparan masih terus melonjak. Rumah sakit-rumah sakit overcapacity. Tenaga kesehatan kewalahan.
Melonjaknya angka keterpaparan ini sampai-sampai mendapat sorotan dunia. Indonesia kini telah rusak citranya sebagai episentrum pandemi di Asia bahkan dunia. Banyak negara mengeluarkan policy melarang penerbangan dari Indonesia. Bener-bener menghina.
Baca juga : Pengawasan Melekat Bansos
Kelompok pendukung kebijakan ini umumnya pemerintah dan kelas menengah. Mereka kelompok yang tak memiliki isu dengan keuangan dalam keseharian mereka. Mereka terus memaksa dan terus berkampanye perpanjangan PPKM.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.