Dark/Light Mode
- Gelar Apel, Kapolres Bogor Antisipasi Potensi Gesekan Suporter Persija-Persib
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- BNPB Laporkan Karhutla Di 4 Daerah, 7,6 Hektare Lahan Terbakar
- Tutup KPPD IV, Gubernur Lemhannas: Kepala Daerah Perlu Berwawasan Global
- TNI Perkuat Penanganan Karhutla dan Bencana, Tuai Apresiasi di Medsos
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah merilis catatan pertumbuhan ekonomi. Katanya, angka tersebut merepresentasi prestasi Pemerintah selamat dari resesi. Benarkah angka pertumbuhan dengan nilai persentase seperti dihebohkan.
Bila benar, tentu tidak mudah meraih itu. Pandemi yang diperparah jadi resesi telah membuat Indonesia karut marut. Semula tidak minus saja sudah bagus. Tapi ini lumayan, katanya bertumbuh.
Baca juga : Pengawasan Melekat Bansos
Angka pertumbuhan seperti diberitakan itu sebaiknya dilihat dari dekat terlebih dirasakan warga. Sebab, bila asal merilis saja membahayakan. Bila ternyata tidak sesuai kenyataan bisa dikenakan pasal penipuan.
Baca juga : Hilangnya Kepekaan
Artinya telah terjadi kebohongan publik. Rakyat bisa menggunakan gugatan. Mesti dilakukan audit lapangan. Jangan sungkan-sungkan mengoreksi bila ternyata salah hitung.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.