Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis sangat terkejut mendengar kabar Suzuki ingin meninggalkan MotoGP pada akhir musim nanti akibat tersandung krisis finansial.
Kabar mencengangkan ini menyeruak ke publik pada 2 Mei, ketika Joan Mir dan Alex Rins menjalani tes tengah musim di Jerez.
Baca juga : MotoGP, Bastianini Bisa Jegal Marquez
Seluruh kru Suzuki Ecstar baru diberi tahu pada pagi hari sebelum tes, termasuk sang manajer tim, Livio Suppo, yang sangat lantang menyatakan misi mempertahankan Mir dan Rins pada 2023.
Suzuki belum memberi keterangan resmi karena pekan lalu Jepang dalam masa ‘Golden Week’ (Pekan Emas), yakni liburan nasional yang membuat markas Suzuki tutup sepekan. Tapi, Dorna Sports sudah memperingatkan bahwa Suzuki tak boleh mundur secara sepihak, mengingat kontrak mereka baru habis pada akhir 2026.
Baca juga : MotoGP, Marquez Sesumbar Taklukkan Mandalika
Akibat keinginan Suzuki ini, maka nasib Mir, Rins, dan seluruh anggota tim jadi terkatung-katung.
“Saat ini, belum ada konfirmasi resmi. Saya sudah mendengar dan membaca kabar ini. Mundurnya Suzuki bikin syok MotoGP, tak diragukan lagi,” ungkap Jarvis, yang memimpin program Yamaha di MotoGP sejak 1999.
Baca juga : MotoGP, Marquez Nggak Pede Patok Juara
“Ini adalah kabar yang bikin kaget, karena saya tak pernah membayangkan hal macam ini. Jujur saja, saya tak tahu apa yang terjadi, tak tahu alasannya. Secara pribadi, kesedihan paling mendalam saya rasakan untuk orang-orang yang bekerja di tim mereka,” lanjutnya. [KW]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya