Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Perhelatan Olimpiade Paris 2024 menjadi ajang demonstrasi anti Israel yang terus mengobarkan perang dan menggempur Palestina.
Aksi demonstrasi terhadap Israel terjadi pada pertandingan Grup D Olimpiade Paris 2024 antara Israel vs Paraguay, di Stadion Parc des Princes, Minggu (28/7/2024). Laga tersebut dimenangkan Paraguay 4-2.
Saat Israel menyanyikan lagu kebangsaan, dari tribun penonton, sekelompok suporter melontarkan ejekan dan meneriakkan retorika kebencian.
Dikutip dari New York Post, kelompok anti semit itu juga tanpa malu-malu meneriakkan ‘Heil Hitler’ dan melakukan salut Nazi disertai mengibarkan bendera Palestina.
Baca juga : Gagal Melaju, Apri/Fadia Tetap Bangga Bisa Tampil Di Olimpiade Paris
Dalam laporan The Guardian, suporter yang mengenakan pakaian hitam dan bertopeng itu juga membentangkan spanduk bertuliskan ‘Olimpiade Genosida’.
Seorang reporter AFP di stadion mengatakan sekitar 50 orang suporter ‘ultra’ itu menyanyikan yel-yel dalam bahasa Prancis menentang Israel dan penyerangan di Gaza, Palestina.
Yel-yel dalam bahasa Prancis itu termasuk ‘Israel Pembunuh’ dan ‘Israel membunuh anak-anak Palestina’.
“Selama pertandingan sepak bola putra antara Israel dan Paraguay di Parc des Princes pada 27 Juli 2024, spanduk yang memuat pesan politik dipajang, dan gerakan anti-Semit dilakukan,” ujar seorang penyelenggara Olimpiade Paris kepada Sky News.
Baca juga : Sempat Gugup, Fajar/Rian Lewati Rintangan Pertama Olimpiade Paris
“Paris 2024 mengutuk keras tindakan ini. Paris 2024 telah mengajukan pengaduan, yang siap membantu penyelidikan,” ucapnya.
Demonstrasi tersebut jadi aksi kedua menentang Israel setelah pertandingan pertama mereka melawan Mali, Kamis (25/7/2024).
Seperti saat melawan Paraguay, dalam duel Mali vs Israel, pendemo juga melambaikan bendera Palestina sembari mencemooh dan bersiul saat lagu kebangsaan Israel dikumandangkan.
Pelatih Timnas Israel U-23, Guy Luzon mengatakan, aksi protes itu dianggap sebagai bahan bakar timnya tampil baik di lapangan.
Baca juga : Salah Sebut Korsel Jadi Korut Di Pembukaan Olimpiade Paris, IOC Minta Maaf
“Lakukan protes paling keras. Mereka akan membuat kita berusaha lebih keras,” ujar Guy Luzon kepada Ynet News.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya