Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Petenis putra nomor satu dunia Jannik Sinner, kembali tumbang dari pesaing utamanya saat ini, Carlos Alcaraz. Kali ini, Sinner kalah di final China Open 2024.
Diketahui, pada laga yang digelar di National Tennis Center, Beijing, China, Rabu (2/10/2024) malam Waktu Indonesia Barat (WIB), Sinner kalah dalam laga melelahkan selama tiga set. Unggul di set pertama 7-6 (8-6), Sinner kalah 4-6, 6-7 (3-7) di dua set berikutnya.
Usai kekalahan itu, Sinner enggan larut dalam kesedihan. Dia bahkan mengaku, selalu menyenangkan menjadi bagian dari pertandingan seperti di laga tersebut. Meski dia mengaku kecewa karena hasilnya tidak sesuai harapan.
“Pertandingan seperti ini bisa menguntungkan kedua belah pihak. Namun, hari ini bukan hari saya,” kata Sinner, mengutip laman resmi 𝘈𝘛𝘗, Kamis (3/10/2024).
Baca juga : Negara Dirugikan Rp 319 M, KPK Tetapkan 3 Tersangka
Petenis Italia itu mengakui, lawannya bermain lebih baik di momen-momen penting. Kendati demikian, dia bangga dengan pekan yang hebat yang telah dicapainya selama ajang tersebut.
“Tahun lalu saya menang di sini. Yang pasti, ini adalah tempat yang saya sukai untuk bermain,” ucapnya.
Kekalahan atas Alcaraz itu membuat Sinner kini kalah 𝘩𝘦𝘢𝘥 𝘵𝘰 𝘩𝘦𝘢𝘥 4-6 dari petenis Spanyol itu. Persaingan kedua petenis kini dianggap menjadi salah satu persaingan paling memikat dalam olahraga tenis.
Untuk itu, Sinner mengucapkan rasa terima kasihnya karena bisa bersaing dengan lawan yang tangguh.
Baca juga : Disayang Baim Wong
“Saya merasa selalu hebat saat kami bertemu,” ucapnya.
Petenis nomor satu dunia itu menambahkan, mereka terus mendorong diri satu sama lain hingga batas maksimal. Baginya, Alcaraz adalah titik acuan di mana dia harus berusaha.
“Saya juga melihat beberapa hal yang perlu ditingkatkan,” katanya.
Menurut Sinner, hal yang perlu ditingkatkan bukan hanya saat melawan Alcaraz. Tapi juga pemain lain. Yang jelas, kata Sinner, selalu menyenangkan berbagi lapangan dengan Alcaraz. Dia merasa, para penggemar juga menyukai Alcaraz.
Baca juga : Wacana Pertemuan Prabowo-Mega, Jokowi: Baik Buat Negara
“Biasanya pertandingan berlangsung cukup lama, penuh fisik, ada banyak titik balik. Selalu menyenangkan,” terangnya.
Dari pertandingan di nomor tunggal putri, “perjalanan impian” petenis tuan rumah Zhang Shuai di ajang China Open 2024 harus berakhir. Adalah petenis Spanyol Paula Badosa yang mengubur impian Zhang. Badosa menang 6-1, 7-6.
Zhang adalah pemain dengan peringkat terendah yang mencapai babak perempatfinal China Open. Tapi, perjalanannya berakhir saat melawan Badosa yang berperingkat 19 dunia.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 4 Oktober 2024 dengan judul Final Tenis China Open 2024 , Jannik Sinner Tumbang
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya