Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, sukses memenangi MotoGP Thailand 2025, di Sirkuit Buriram, Thailand, kemarin. Dalam aksinya, pembalap berjuluk Baby Alien itu melakukan start dengan mulus dan berhasil mempertahankan posisi pertamanya. Francesco Bagnaia sempat naik ke posisi dua, tapi Alex Marquez berhasil merebut kembali posisi itu.
Marc Marquez cukup nyaman memimpin balapan. Pembalap asal Spanyol itu unggul sekitar 0,5 detik atas adiknya yang mengekor di posisi dua. Sedangkan Bagnaia terus mencari celah untuk menusuk Alex Marquez, namun gagal.
Setelah melahap enam lap, Marquez secara sadar memperlambat motornya, entah apa yang terjadi. Praktis, posisinya dikudeta oleh Alex Marquez. Setelah itu, Baby Alien bersaing cukup sengit dengan sang adik dalam perebutan posisi pertama. Marc Marquez terus menempel ketat Alex Marquez.
Baca juga : Sitha Marino, Kebelet Dinikahi Bastian
Sementara, Bagnaia masih berada di posisi tiga dengan dibayangi ketat oleh Franco Morbidelli. Pertarungan cukup sengit mewarnai jalannya balapan, karena empat rider itu bertujuan saling kudeta.
Baby Alien hanya terpaut 0,2 detik saja dari sang adik. Akan tetapi, Alex Marquez sangat baik dalam menjaga posisinya sehingga membuat Marquez cukup kesulitan untuk menemukan celah. Memasuki lima lap terakhir, Marquez masih terus menempel ketat Alex Marquez. Akhirnya dia berhasil menyalip sang adik disaat balapan menyisakan tiga lap. Setelah itu, dia tancap gas untuk menjauh dari kejaran.
Pada akhirnya, Marquez berhasil mempertahankan posisinya dan keluar sebagai pemenang. Hasil yang sangat manis karena dia juga berhasil keluar sebagai pemenang sesi sprint race. Adapun posisi dua dihuni Alex Marquez, dan Bagnaia finis posisi tiga.
Baca juga : Dipastikan Erick, 47 BUMN Masuk Danantara
“Kami berhasil meraih posisi nyaman pada lap ketiga jelang berakhirnya balapan. Kami harus bersaing dengan sang adik, di situlah kami harus menunjukkan mental juara,” kata Marc Marquez.
Sementara itu, Bagnaia mengakui kesulitan pada sesi sprint di Sirkuit Buriram. Dia menyebut ada penjelasan ilmiah untuk masalah yang dialaminya pada sesi sprint.
Bagnaia harus puas finis ketiga pada sesi sprint. Pembalap Italia itu mengidentifikasi penyebab utamanya ialah perubahan terkait tangki bahan bakar yang berdampak pada dinamika motor. “Ada alasan ilmiah mengapa saya kesulitan dalam sprint. Kami mencoba memahaminya dan sejujurnya satu-satunya hal yang mereka ubah dari balapan panjang adalah tangki bahan bakar yang lebih kecil menurut regulasi,” kata Bagnaia seperti dilansir Motorsport.
Baca juga : Target Kepala Daerah Dievaluasi Tahun Depan
“Itu sedikit mengubah dinamika motor dan saya lebih kesulitan dalam pengereman dan masuk. Namun, kami sedang mengerjakannya, kami mencoba menyelesaikannya,” ucapnya.
Selain itu, Bagnaia menjelaskan bahwa tangki bahan bakar yang lebih kecil mengubah dinamika Ducati-nya. Hal itu menyebabkannya lebih kesulitan dalam pengereman dan ketika masuk tikungan. “Hari ini kami hanya melakukannya dengan cara standar, tetapi lain kali kami akan mencoba sesuatu yang berbeda,” ujarnya. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya