Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - 47 BUMN akan bergabung menjadi anggota Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia. Kabar ini dipastikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir yang juga Ketua Dewan Pengawas Danantara.
Mulanya, Danantara direncanakan mengelola hanya 7 BUMN besar, yakni Pertamina, PLN, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Telkom Indonesia, dan MIND ID (Mining Industry Indonesia).
Erick menyatakan Pemerintah komitmen mengelola BUMN secara maksimal.
Baca juga : Target Kepala Daerah Dievaluasi Tahun Depan
“Kalau ditanya, Pak Erick kenapa nggak tujuh, kenapa semuanya? Ya, kalau kami mau transformasi total bersih-bersih BUMN jangan tujuh, semuanya menjadi satu asset management,” kata Erick.
Erick menegaskan, tidak akan tanggung-tanggung mengupayakan bersih-bersih BUMN. Apalagi, transformasi BUMN sudah berjalan masif.
“Kalau kami mau mendukung perubahan bangsa ini, nggak boleh, misalnya saya sebagai Menteri BUMN, setengah-setengah,” ungkap Erick.
Baca juga : Trump-Zelensky Ribut, Rusia Girang
Meskipun 47 BUMN masuk Danantara, Erick memastikan Kementerian BUMN tidak akan lepas tangan. Kata dia, Kementerian BUMN akan tetap mengawasi operasional perusahaan khususnya yang berkaitan dengan kewajiban terhadap layanan publik. Misalnya, yang menyangkut subsidi, kompensasi, hingga proyek strategis nasional (PSN).
“Salah satunya di undang-undang itu kan fungsi kami mengawasi, menindak kalau ada kasus korupsi, menyetujui rencana kerja, memastikan antara dividen dan suntikan modal. Nah, apakah kami mengawasi operasional? Masih. Contoh untuk apa? Public service obligation,” paparnya.
Erick menjelaskan, proses alih saham untuk perusahaan BUMN ke Danantara masih berproses. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani.
Baca juga : PAN Dukung Retreat Kepala Daerah 2026
“Saya dengan Pak Rosan itu benar-benar baik hubungannya. Pak Rosan dulu pernah di wakil Menteri BUMN juga. Jadi, ini positif,” aku Erick.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria memastikan seluruh perusahaan BUMN akan masuk ke Danantara sebelum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Maret 2025. “Seluruh BUMN masuk ke Danantara, jadi bukan hanya 7, seluruhnya,” ujar Dony di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya