Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Luncurkan Kampanye ``GIATKAN``
Kemenkes Ajak Publik Ikut Serta Eliminir TBC
Minggu, 2 Maret 2025 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggencarkan upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Salah satunya, dengan kampanye Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis dengan Komitmen dan Aksi Nyata (GIATKAN) untuk mengajak masyarakat sadar bahaya TBC.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, Pemerintah sangat serius dalam menangani TBC, mengingat penyakit ini masih menjadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat. Sejak pertama kali ditemukan 140 tahun lalu, TBC telah menyebabkan lebih dari satu miliar kematian di seluruh dunia.
Baca juga : PAN Dukung Retreat Kepala Daerah 2026
“Percepatan penanganan kasus TBC sangat penting agar kita bisa menurunkan angka kematian dan mencegah penyebaran lebih luas,” ujar Menkes, dalam keterangan persnya, Sabtu (1/3/2025).
Program kampanye GIATKAN digelar menjelang Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) 2025 pada 24 Maret. Kampanye ini sekaligus bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemberantasan penyakit menular tersebut.
Baca juga : BGN Akan Gunakan Pendekatan Persuasif
Saat ini, Indonesia menjadi salah satu negara dengan kasus TBC tertinggi, dengan 136 ribu kematian per tahun. Artinya, sekitar dua orang meninggal setiap lima menit akibat penyakit ini.
“Target kami adalah memastikan bahwa minimal 90 persen pasien yang terdiagnosis dapat memulai dan menyelesaikan pengobatan," tutur Menkes.
Baca juga : Istri Ade Sugianto Sedang Digodok Partai Pengusung
Untuk mencapai target eliminasi TBC pada 2030, Kemenkes telah merancang berbagai strategi komprehensif. Salah satunya adalah melalui Temukan TB, Obati Sampai Sembuh (TOSS TB), sebuah program yang mendorong peningkatan penemuan kasus aktif, pengobatan tepat sasaran, dan pendampingan pasien agar menyelesaikan terapi hingga tuntas.
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Yudhi Pramono, menjelaskan, dalam kampanye GIATKAN, Pemerintah juga menggencarkan deteksi dini serta pengobatan pencegahan. Salah satu metode yang digunakan adalah Terapi Pencegahan TB (TPT), yang ditargetkan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya