Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan mengedepankan pendekatan persuasif, untuk memberi pemahaman tentang pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada generasi muda di Papua. Upaya tersebut merupakan respon atas munculnya sejumlah penolakan dari kalangan pelajar di Papua terhadap program tersebut.
Kepala BGN, Dadan Hindayana menyatakan, Pemerintah tidak menutup mata tentang adanya gelombang penolakan terhadap program MBG yang dilakukan sejumlah pelajar di wilayah Papua. Dia menilai, penolakan itu disebabkan oleh kurangnya informasi tentang besarnya manfaat dari program tersebut.
Oleh sebab itu, lanjut Dadan, BGN akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) di Papua, untuk menyampaikan informasi secara persuasif dan edukatif kepada masyarakat. “Yang menolak, sementara kami maklumi. Mungkin belum tahu manfaatnya,” ujar Dadan dalam keterangannya, dikutip Sabtu (1/3/2025).
Baca juga : Istri Ade Sugianto Sedang Digodok Partai Pengusung
Soal pendekatan persuasif yang akan dilakukan, dia mengungkap, pihaknya akan mengutamakan dialog dan sosialisasi melalui berbagai saluran, termasuk pertemuan dengan tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga pelibatan kader-kader kesehatan lokal.
Dadan tak ingin berspekulasi saat disinggung tentang adanya kemungkinan pengaruh pihak lain di balik penolakan tersebut. Dia menegaskan, BGN fokus dalam menjalankan program, sesuai dengan tujuannya.
“Ya kalau itu sudah konteks lain. Kami fokus saja ke pelaksanaan tugas makan bergizi,” cetusnya.
Baca juga : KPK Puas Vonis Kasasi Karen
Lebih lanjut, Dadan menegaskan, Pemerintah melalui BGN akan menghormati keputusan masyarakat atau pelajar di Papua yang nantinya tetap memilih tidak mau mengikuti program MBG. Sebab, keputusan yang mereka ambil merupakan bagian dari hak warga negara.
“Kalau yang tidak ingin, kami tidak penuhi dulu. Sebab, itu hak mereka. Kalau menolak ngapain kami paksakan, tapi kami akan persuasif. Sebab, program ini penting untuk generasi mendatang,” jelasnta.
Dadan juga memastikan, BGN akan terus melanjutkan program MBG hingga ke seluruh daerah. Sebab, setiap anak Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan makanan berkualitas.
Baca juga : Danantara Bisa Jadi Juara Tingkat Dunia
“Program MBG merupakan bagian dari komitmen Pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di seluruh Indonesia, untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses makanan bergizi sebagai hak dasar mereka,” tandasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.