Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pebalap MotoGP dari Tim Ducati Francesco Bagnaia bertekad tampil lebih baik di rangkaian MotoGP seri Argentina akhir pekan ini.
Pebalap yang karib disapa Pecco itu ingin belajar dari kesalahan di seri perdana di Sirkuit Buriram, Thailand, dua pekan lalu.
Diketahui, juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 itu harus puas 𝘧𝘪𝘯𝘪𝘴𝘩 di posisi ketiga (P3) di Buriram. Baik saat sesi 𝘚𝘱𝘳𝘪𝘯𝘵 maupun ketika Balapan Utama atau 𝘔𝘢𝘪𝘯 𝘙𝘢𝘤𝘦.
Dia kalah dari rekan setimnya, Marc Marquez. Usai seri Thailand, sebuah klip video kemudian muncul. Menunjukkan Bagnaia tampak mempertanyakan performa bannya saat berbincang dengan manajer umum Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, di ruang ganti.
Baca juga : Lionel Messi Diragukan Tampil Di Piala Dunia 2026
Mengenai hal itu, Bagnaia mengisyaratkan, ada faktor-faktor di luar kendalinya. “Segala sesuatu yang berada di bawah kendali kami, telah dilakukan. Sisanya tidak berjalan dengan baik,” jelas Bagnaia, dilansir 𝘊𝘳𝘢𝘴𝘩, Sabtu (15/3/2025).
Tapi bagaimanapun juga, sambungnya, Ducati berkembang selama balapan akhir pekan. Dengan dua finish di podium. Itu memang bukan tujuan.
Tapi jika mengingat situasinya, itu tidak terlalu buruk. Dia lalu menatap balapan di Argentina. Kata dia, ini adalah trek di mana dia harus bekerja lebih keras.
“Kami mencoba untuk berkembang. Kami mencoba belajar dari kesalahan yang saya lakukan di Thailand,” tegasnya.
Baca juga : Sewakan Kostum Demi Wujudkan Mimpi Orang Jadi Anjing
Lebih lanjut, dia mengaku ingin kompetitif di setiap sesi di Sirkuit Termas de Rio Hondo. Diketahui, itu jadi salah satu sirkuit yang tak disukainya.
Dari dua kali balapan kelas utama pada 2022 dan 2023 ketika dia menjadi juara, Bagnaia belum pernah naik podium di lintasan yang terletak di Provinsi Santiago de Estero tersebut.
Posisi terbaik Bagnaia adalah pada 2022 saat finish P5. Pada 2023, pebalap Italia itu bahkan tak bisa berbuat banyak setelah finis keenam di Sprint dan posisi 16 di balapan utama.
“Saya tahu dengan jelas bahwa ini adalah lintasan di mana saya perlu bekerja lebih keras,” katanya.
Baca juga : Vonisnya Jadi 20 Tahun, Harvey Moeis Kena Batunya
Berbeda dengan Bagnaia, Marquez justru sangat menyukai sirkuit ini. Pebalap berjuluk 𝘛𝘩𝘦 𝘉𝘢𝘣𝘺 𝘈𝘭𝘪𝘦𝘯 itu jadi pebalap tersukses dengan tiga kemenangan, 𝘱𝘰𝘭𝘦 𝘱𝘰𝘴𝘪𝘵𝘪𝘰𝘯 terbanyak lima kali, dan 𝘢𝘭𝘭 𝘵𝘪𝘮𝘦 𝘭𝘢𝘱 𝘳𝘦𝘤𝘰𝘳𝘥 serta 𝘣𝘦𝘴𝘵 𝘱𝘰𝘭𝘦 dengan waktu 1 menit 37,683 detik pada 2014.
Saat ini, Bagnaia berada di P3 klasemen sementara dengan 23 poin. Dia tertinggal enam poin dari Alex di posisi kedua, dan tertinggal 14 poin dari Marc di posisi pertama.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya