Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Di luar dugaan banyak pihak, Alex Marquez kini memimpin klasemen sementara pebalap MotoGP musim 2025. Namun, Alex Marquez dinilai masih memiliki hambatan mental. Terutama saat bertarung dengan kakak kandungnya, Marc Marquez.
Saat ini, Alex Marquez memang sedang memimpin klasemen. Tapi, dia tak pernah menang di satu pun dari tiga balapan yang sudah digelar musim ini.
Dia dua kali dikalahkan sang kakak, Marc Marquez yang kini membela Ducati Lenovo. Lalu satu kali kalah dari rekan setim kakaknya, Francesco Bagnaia.
Baca juga : Mudik ke Solo, Gibran Tetap Kerja dengan Tampung Aspirasi Warga
Dua kekalahan dari sang kakak membuat pertanyaan terkait mentalnya muncul. Kendati demikian, Alex membantah, jika kekalahannya dari sang kakak karena ada hambatan mental.
“Saya yang lebih muda. Sejak lahir, saya sudah terbiasa mengalami pertarungan mental seperti itu,” kata Alex, dilansir 𝘔𝘰𝘵𝘰𝘳𝘴𝘱𝘰𝘳𝘵, Senin (7/4/2025).
Sependapat, Marc membantah soal hambatan mental yang mungkin dialami adiknya. Kata dia, adiknya merupakan salah satu rival terkuatnya.
Baca juga : MotoGP, Jorge Martin Ngebet Pingin Ngaspal Lagi
Dia selalu memperebutkan posisi terdepan. Baik di dalam maupun luar lintasan. Katanya, jika adiknya memiliki hambatan mental, dia tidak akan bisa memimpin balapan di Thailand atau Argentina.
“Dia tidak membuat satu kesalahan pun. Tidak satu pun. Dia tidak pernah kehilangan fokus sedetik pun,” kata Marc.
Dari semua pebalap di 𝘨𝘳𝘪𝘥, lanjut Marc, adiknya adalah orang yang paling mengenalnya. Itu juga yang membuatnya menjadi orang yang paling menghormatinya. Alex tahu, Marc adalah darah dan dagingnya.
Baca juga : QRIS Tap Perkuat Daya Saing Jakarta Jadi Kota Global
“Dia telah melihat saya menderita di rumah saat saya berjuang,” ucapnya.
Selain mengenal satu sama lain hingga ke detail terkecil, Marc dan Alex berlatih bersama. Itu berarti, masing-masing tahu persis seberapa tajam kemampuan lawannya pada saat tertentu.
Untuk alasan itu, dan berdasarkan apa yang telah dilihatnya dalam tiga akhir pekan sejauh ini, Marc yakin, hanya masalah waktu sebelum Alex 𝘧𝘪𝘯𝘪𝘴𝘩 di depannya. “Adik saya adalah seorang pekerja keras,” tambahnya. “Dia berada dalam ritme bagus,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya