Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Persaingan sengit antara dua pembalap top, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, bukan hanya di sirkuit, tetapi gaji dan daya tarik sponsor.
Marc Marquez, pembalap asal Spanyol yang kini membela tim satelit Gresini Racing, dilaporkan menerima gaji sebesar 9,7 juta dolar AS atau sekitar Rp 158 miliar untuk musim 2025.
Angka ini menempatkannya sebagai pembalap dengan bayaran tertinggi di ajang MotoGP musim ini. Sementara, Francesco “Pecco” Bagnaia yang merupakan pembalap utama tim pabrikan Ducati Lenovo, mendapat bayaran lebih rendah yakni sekitar 7,6 juta dolar AS atau setara Rp 124 miliar.
Baca juga : Begini Target Pelatih Anyar Bali United
Padahal, Bagnaia adalah juara dunia MotoGP dua musim berturut-turut (2022 dan 2023). Ia saat ini menjadi andalan Ducati dalam perburuan gelar.
Perbedaan gaji ini diungkap Motorsport Tickets yang diperkuat laporan Sportune. Disebutkan bahwa Ducati melihat nilai lebih dari Marquez tidak hanya dari sisi performa di lintasan, tetapi juga dari segi komersial dan branding global.
Meski bukan bagian dari tim pabrikan, Marquez tetap menjadi ikon besar dalam dunia MotoGP. Julukan “The Baby Alien” yang melekat padanya, serta statusnya sebagai juara dunia enam kali di kelas utama, menjadikan Marquez sebagai daya tarik luar biasa bagi sponsor.
Baca juga : Mencari Lembaran Masa Lalu di Museum dan GAS Padang
Sejak kedatangannya, Ducati disebut mengalami lonjakan dalam minat sponsor dan nilai komersial, baik di wearpack, helm, hingga body motor Desmosedici yang dikendarai Marquez.
Bagnaia sendiri tidak tinggal diam. Ia terus menunjukkan komitmen dan performa konsisten di atas lintasan. Jika mampu mengakhiri musim 2025 sebagai juara dunia, gajinya disebut berpeluang naik hingga menyamai bahkan melampaui angka 10 juta dolar AS.
Namun, tantangan tak mudah, mengingat persaingan ketat dari Jorge Martin, Enea Bastianini, dan tentu saja Marquez sendiri.
Baca juga : Teco Pingin Ada Wasit Asing Pimpin Laga BRI Liga 1
Situasi ini menggambarkan dua pendekatan berbeda dalam valuasi pembalap Marquez yang menjadi aset besar berkat prestasi masa lalu dan nilai komersial tinggi.
Sementara Bagnaia terus meniti jalur prestasi demi pengakuan dan kenaikan nilai kontraknya secara bertahap.
MotoGP bukan sekadar ajang unjuk skill di lintasan, tetapi juga pertarungan gengsi dua nama besar yang kini sama-sama mengusung bendera Ducati, meskipun dari tim berbeda.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya