Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Federasi Otomotif Internasional atau FIA akan mengusut tujuh pembalap Formula 1 yang berlaga di Grand Prix (GP) Kanada. Hasil penyelidikan ini bisa mengubah hasil pertandingan jika terbukti ada pembalap yang melakukan pelanggaran.
Daftar nama pembalap yang diinvestigasi cukup bikin geger paddock. Ada Andrea Kimi Antonelli (P3), Oscar Piastri (P4), Charles Leclerc (P5), serta Esteban Ocon, Carlos Sainz, Pierre Gasly, dan Lance Stroll. Mereka semua diduga melakukan pelanggaran saat safety car keluar di akhir balapan.
Sejumlah pembalap terlihat menyalip mobil lain, padahal tanda safety car masih menyala di dashboard dan lintasan.
FIA mengamati ada kemungkinan pelanggaran protokol. Jika terbukti, penalti waktu bisa dijatuhkan dan ini berpotensi mengubah susunan podium.
Baca juga : Kondisi APBN: April Surplus Rp 4 T, Mei Defisit Rp 21 T
“Beberapa pembalap menyalip saat SC masih aktif. Saya bisa saja naik ke P4 atau P5,” kata Fernando Alonso, yang finish di posisi ketujuh, seperti dikutip dari ESPN, kemarin.
Drama makin panas saat Red Bull melayangkan protes resmi terhadap George Russell, pemenang lomba.
Mereka menuduh Russell melakukan pengereman tidak wajar saat berada di belakang Safety Car, yang sempat membuat Max Verstappen menyalipnya. Namun, protes ditolak.
Namun, FIA menyatakan, aksi Russell masih dalam batas aman dan wajar, dilakukan untuk menjaga suhu ban dan rem. Tidak ada penalti, dan kemenangan Russell tetap sah.
Baca juga : Sita Uang Korupsi 11,8 T, Kejagung Makin Harum Namanya
Bukan cuma itu. Tim McLaren juga kena dampak buntut dari insiden antara Lando Norris dan Oscar Piastri.
Norris menabrak tembok saat mencoba menyalip rekan setimnya. Ia mengaku salah dan dijatuhi hukuman lima detik, meski tidak berdampak karena sudah mundur dari lomba.
Biasanya, penalti untuk pembalap yang gagal finish akan dikonversi jadi hukuman grid di balapan berikutnya. Tapi kali ini tidak. Lagi-lagi, FIA diam.
Sementara itu, Esteban Ocon lolos dari sanksi setelah insiden pengereman mendadak yang mengejutkan Carlos Sainz.
Baca juga : Israel Vs Iran Bisa Picu Perang Dunia III
FIA menyatakan Ocon bereaksi terhadap bendera kuning ganda yang muncul di setirnya, sehingga tidak dianggap pelanggaran.
Dengan 7 nama masih diselidiki dan keputusan akhir belum diumumkan, hasil GP Kanada belum benar-benar final.
FIA memperingatkan, jika ditemukan pelanggaran lanjutan, sanksi lebih berat bisa dijatuhkan.
Balapan boleh selesai. Tapi dramanya belum usai. F1 musim ini makin penuh intrik. Jangan kaget kalau klasemen berubah saat kamu bangun besok pagi. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya