Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Piala Dunia 2026 menjadi sorotan gara-gara kebijakan imigrasi Donald Trump. FIFA didesak berani menentangnya.
Sebuah surat terbuka dikirim 90 organisasi kepada FIFA, menyoroti gelaran Piala Dunia 2026 yang ‘terancam’ kebijakan Trump. Presiden Amerika Serikat (AS) itu bikin kebijakan imigrasi dan penegakan hukum yang diskriminatif.
Baca juga : Bertemu Di Rusia, Prabowo-Putin Saling Ucapkan Terima Kasih
Di antaranya melarang banyak negara, yang dikategorikan masuk ‘daftar hitam’, datang ke AS. Selain itu, represi kepada imigran di AS juga meningkat.
Puluhan organisasi seperti Amnesty International, Human Rights Watch (HRW), hingga American Civil Liberties Union mendesak FIFA untuk menentang kebijakan Trump.
Baca juga : Ini Tanggapan Kemlu Soal Nasib 87 Mahasiswa RI Di Harvard Pasca Kebijakan Trump
“Kami menyerukan kepada FIFA untuk menggunakan pengaruhnya guna mendorong pemerintah AS menjamin hak-hak dasar jutaan pengunjung dan penggemar asing yang berusaha masuk ke AS untuk menghadiri turnamen,” tulis surat terbuka itu.
Piala Dunia 2026, yang dimulai pada 11 Juni-19 Juli 2026, sedianya akan digelar di tiga negara. Selain AS, Kanada dan Meksiko juga masuk sebagai tuan rumah.
Baca juga : PSSI Tuntaskan Program Beasiswa Kepelatihan Putri
Namun, AS akan mendapat porsi lebih banyak. Sejak perempat final hingga final, semua laga akan dimainkan di sana. Total ada 11 kota di AS menghelat gelaran tersebut tahun depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya