Dark/Light Mode

Ini Tanggapan Kemlu Soal Nasib 87 Mahasiswa RI Di Harvard Pasca Kebijakan Trump

Selasa, 27 Mei 2025 19:30 WIB
Jubir Kemlu Roy Sumirat (Foto: Istimewa)
Jubir Kemlu Roy Sumirat (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memonitor perkembangan kebijakan imigrasi Amerika Serikat (AS). Termasuk, kebijakan Presiden Donald Trump yang melarang Harvard University menerima mahasiswa asing. Dengan alasan kampus elit tersebut mengembangkan ideologi anti Amerika, Marxis, dan kiri radikal.

Larangan ini kemudian direspons Harvard, dengan melayangkan gugatan balik ke Pengadilan Federal Boston, Massachusetts pada Jumat (23/5/2025).

Dalam gugatannya, Harvard menyebut kebijakan Trump masuk kategori pelanggaran terang-terangan terhadap Konstitusi AS dan hukum federal AS lainnya. Atas gugatan ini, hakim distrik AS Allison Burroughs menangguhkan kebijakan Trump untuk sementara.

Baca juga : Bamsoet: Indonesia Bisa Hadapi Dampak Kebijakan Trump dengan Strategi Adaptif

Mengutip Reuters, jumlah mahasiswa internasional Harvard saat ini hampir menyentuh angka 7.000 atau mewakili sekitar 27 persen dari total pendaftar.

"Kebijakan tersebut telah menimbulkan ketidakpastian nasib mahasiswa internasional dari berbagai negara, yang menempuh studi di Harvard. Termasuk, 87 mahasiswa asal Indonesia," kata Juru Bicara Kemlu, Roy Soemirat.

Sambil menunggu proses gugatan hukum oleh Harvard, Roy memastikan Perwakilan RI di AS telah menjalin komunikasi intensif dengan mahasiswa Indonesia di Harvard. Serta mengimbau mereka untuk tetap tenang.

Baca juga : Ini 8 Tuntutan Dan Harapan Pengusaha Di Hari Buruh

"Perwakilan RI di AS siap memberikan bantuan kekonsuleran bagi mahasiswa Indonesia yang terdampak," imbuhnya.

Pemerintah Indonesia juga telah menyampaikan keprihatinan terhadap masalah yang menimpa Harvard, kepada Pemerintah AS.

"Semoga, ada solusi yang tidak merugikan nasib mahasiswa Indonesia di Harvard," tutur Roy.

Baca juga : Langkah Pangdam I/BB Temui Mahasiswa Bahas Revisi UU TNI Diapresiasi

"Mahasiswa Indonesia di AS selama ini telah banyak memberikan kontribusi penting bagi kemajuan pendidikan dan ilmu pengetahuan di AS," pungkasnya. 
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.