Dark/Light Mode

Soal Kenaikan Tarif Impor

Prabowo Hati-hati Hadapi Kebijakan Trump

Senin, 7 April 2025 08:05 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Kuala Lumpur, Malaysia pada Minggu (6/4/2025). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Kuala Lumpur, Malaysia pada Minggu (6/4/2025). (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah bersikap hati-hati dan tidak reaktif merespons kebijakan tarif impor yang dikeluarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Presiden Prabowo Subianto memilih berdiskusi lebih dulu dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan pemimpin ASEAN lainnya, sebelum mengambil sikap resmi.

Di saat masih dalam suasana Lebaran, Trump mengeluarkan kebijakan yang bikin geger dunia. Pada Rabu (2/4/2025), Presiden dari Partai Republik itu mengumumkan kenaikan tarif impor minimal 10 persen untuk semua produk yang masuk ke AS dari seluruh negara. Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena imbas dari kebijakan tarif baru tersebut. Produk-produk asal Indonesia kini dikenai tarif hingga 32 persen saat masuk ke pasar AS.

Tak hanya Indonesia, negara-negara Asia Tenggara lain juga turut menjadi sasaran. Vietnam dikenai tarif sebesar 46 persen, Kamboja 49 persen, dan Singapura 10 persen. Sementara China sebesar 34 persen dan Taiwan 32 persen. Negara-negara mitra dagang lainnya, seperti Uni Eropa, tak luput dari kebijakan ini dan dikenai tarif sebesar 20 persen. Tarif baru untuk impor ini berlaku mulai Sabtu (5/4/2025).

Baca juga : Presiden Beberin Data-data Ekonomi

Kebijakan Trump ini langsung memicu kritik dan kecaman dari berbagai pemimpin dunia. Respons yang diberikan pun beragam. China misalnya, tanpa mikir panjang, langsung membalas dengan menerapkan tarif serupa terhadap produk asal AS. Uni Eropa pun menyatakan siap mengambil langkah serupa.

Sementara, Singapura memilih menerima keputusan tersebut dan tidak berencana membalas. Di sisi lain, Vietnam menyatakan kesiapan untuk bernegosiasi demi mencari jalan tengah.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Presiden Prabowo belum menyatakan sikap resmi, tapi sudah mengambil langkah taktis, baik ke luar negeri maupun di dalam negeri.

Baca juga : Nurzaman: Sudah Terjadi Depresiasi Rupiah

Sabtu (5/4/2025), Prabowo melakukan percakapan via telepon dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang juga memegang mandat sebagai ketua ASEAN. Dalam percakapan itu, Anwar Ibrahim turut berkomunikasi dengan Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, Presiden Filipina Bongbong Marcos, dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong.

Tak hanya lewat sambungan telepon, Prabowo memilih bertemu langsung dengan Anwar Ibrahim. Pada Minggu sore (6/4/2025), Prabowo terbang ke Kuala Lumpur untuk bertemu empat mata dengan Anwar Ibrahim guna membahas dampak kebijakan tarif Trump.

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan kunjungan tersebut juga bernuansa silaturahmi, mengingat masih dalam suasana Lebaran. Usai pertemuan dengan Anwar Ibrahim, Prabowo dijadwalkan langsung kembali ke Jakarta.

Baca juga : Ahmad Najib Qodratullah: Produk Tambang Posisi Tawar Kita

“Presiden Prabowo sangat menghormati PM Anwar Ibrahim sebagai pemimpin senior di ASEAN yang punya pengalaman panjang. Beliau lebih dulu menjadi perdana menteri, secara usia juga lebih senior, dan beliau adalah sahabat lama Pak Presiden,” ujar Teddy.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.