Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Final Wimbledon 2025, Dendam Jannik Sinner Akhirnya Terbalaskan
Selasa, 15 Juli 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jannik Sinner akhirnya bisa membalaskan dendamnya kepada Carlos Alcaraz. Momennya terjadi pada final Wimbledon 2025, London, Senin (14/7/2025).
Sinner menaklukkan Alcaraz di lapangan Centre Court 4-6, 6-4, 6-4, 6-4. Ini merupakan kemenangan Sinner yang pertama kali dalam head-to-head dengan Alcaraz di ajang ATP Tour.
Sebelumnya, Sinner lima kali kalah dari Alcaraz. Terakhir, di final turnamen Roland Garros, Paris bulan lalu.
Kemenangan Sinner ini sekaligus mengandaskan upaya Alcaraz mempertahankan gelar juara Wimbledon.
Sinner merupakan petenis Italia pertama yang berjaya di London. Dengan nada merendah, petenis 23 tahun ini menganggap kalah dan menang dalam pertandingan turnamen besar bukanlah hal utama. Yang lebih penting, menurutnya, adalah memahami kesalahan dan berusaha memperbaikinya.
Baca juga : Digosipin Hamil Anak Kembar
“Itulah yang kami lakukan. Kami mencoba menerima kekalahan dan terus bekerja. Inilah salah satu alasan saya bisa memegang trofi ini,” ujarnya.
Pemain peringkat satu ATP itu merasa bersyukur atas dukungan tim dan keluarganya serta dikelilingi orang-orang hebat. “Memegang trofi ini sangat berarti,” katanya sambil tersenyum.
Di seberang net, Carlos Alcaraz mengakui keunggulan Sinner. Pemain Spanyol berusia 22 tahun itu gagal mempertahankan gelar Wimbledon sekaligus mengincar rekor sebagai petenis kedua setelah Bjorn Borg yang menjuarai Roland Garros dan Wimbledon secara beruntun dalam dua tahun.
“Sulit untuk kalah, apalagi di final. Tapi pertama-tama, saya harus memberi selamat kepada Jannik,” kata Alcaraz, yang kini memiliki dua gelar Grand Slam.
“Trofi ini sangat pantas untuknya setelah dua minggu bermain tenis luar biasa. Saya senang bisa membangun hubungan baik di luar lapangan sekaligus rivalitas sengit di dalam lapangan. Ini membuat saya terus berkembang.”
Baca juga : Kabar Baik dari Washington, Tarif 32 Persen untuk Indonesia Ditunda
Perjalanan Sinner di Wimbledon sempat diwarnai ketidakpastian. Ia harus menjalani pemeriksaan MRI setelah mengalami masalah siku saat melawan Grigor Dimitrov di babak keempat.
Namun, ia bisa tampil perkasa mengandaskan Ben Shelton dan Novak Djokovic tanpa kehilangan set sebelum masuk final.
“Saya bangga dengan segala usaha tim dan keluarga,” ungkap Alcaraz.
“Awal musim saya sempat kesulitan, tapi kebahagiaan dan semangat saya kembali berkat mereka. Perjalanan ini masih panjang.”
Dengan meraih gelar ke-20 sepanjang kariernya, Sinner semakin mengukuhkan diri sebagai pemimpin generasi baru tenis dunia.
Baca juga : Pamor Prabowo Makin Moncer
Rivalitasnya dengan Alcaraz diprediksi akan terus menghadirkan tontonan spektakuler di tahun-tahun mendatang.
Sebagai diketahui, Sinner dan Alcaraz adalah pasangan finalis Roland Garros-Wimbledon dalam satu musim, selain Roger Federer vs Rafael Nadal (2006- 2008).
Dengan menjadi juara Wimbledon, Sinner kini hanya butuh satu gelar lagi untuk melengkapi koleksi Grand Slam-nya. Tinggal Roland Garros yang belum diraihnya.
Kemenangan di Wimbledon ini juga memperlebar jaraknya di puncak ranking ATP dari Alcaraz. Sinner unggul 3.430 poin. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya