Dark/Light Mode

Piala Presiden 2025: Fair Play Dan Pendongkrak Ekonomi Rakyat

Selasa, 15 Juli 2025 07:05 WIB
Selebrasi para pemain Port FC juara Piala Presiden 2025. (Foto : IG@officialpialapresiden)
Selebrasi para pemain Port FC juara Piala Presiden 2025. (Foto : IG@officialpialapresiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Fair play bukan sekadar slogan. Fair play adalah ruh dari sepakbola. Prinsip ini mencerminkan sportivitas, kejujuran, rasa hormat, dan etika dalam bermain.

Ini tidak hanya terbatas pada aspek pertandingan, tetapi mencakup seluruh ekosistem sepakbola. Tujuannya, agar tercipta harapan nasional sesuai dengan statuta PSSI (edisi 2024) pada pasal 4 ayat (1).  

"PSSI bertujuan mengembangkan dan mempromosikan sepak bola secara terus-menerus, mengatur dan mengawasinya di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semangat fair play, kesatuan, pendidikan, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan terutama melalui program pengembangan pemain usia muda."

Semangat fair play itulah yang menjadi fondasi gelaran Piala Presiden 2025 ini. Mengusung tema "Kebanggaan Nasional", ajang yang melahirkan klub wakil Thailand, Port FC sebagai juara, hadir mewujudkan prinsip-prinsip fair play yang diatur dalam statuta PSSI pada Pasal 15 Ayat 1 (Huruf j)

“.....Prinsip-prinsip kesetiaan, integritas, dan perilaku olahraga yang baik sebagai perwujudan dari fair play melalui ketentuan dalam statuta.”

Prinsip Kesetiaan dan Integritas

Kesetiaan pada prinsip fair play dalam statuta PSSI merujuk pada sikap taat, loyal, dan konsisten dalam menjunjung aturan, nilai-nilai sportivitas, dan integritas dalam sepakbola.

Tentu, kesetiaan bukan hanya loyal terhadap tim atau federasi. Kesetiaan juga harus loyal terhadap nilai-nilai dasar olahraga yang adil dan bersih.

Demi turnamen berlangsung jujur dan bebas dari match‑fixing, Piala Presiden  menghadirkan wasit asing kredibel untuk menjaga keadilan dan legitimasi pertandingan.

Lima wasit asing dari empat negara berbeda yakni Singapura, Uzbekistan, Thailand, dan Malaysia diundang.

Wasit Razlan Joffri Bin Ali (Malaysia), Wiwat Jumpaoon (Thailand) dan Muhammad Taqi Aljaafari (Singapura) dihadirkan. Dua wasit asal Uzbekistan, Norsafarov Firdavs dan Nadjafaliev Asker, juga ikut memperkuat daftar wasit asing.

Selain wasit utama, empat asisten wasit dari luar negeri juga berperan. Mereka adalah Andy Tan (Singapura), Mohd Arif Shamil (Malaysia), Shayupupov dan Shavkatov dari Uzbekistan.

PSSI juga mempercayakan tugas penting kepada wasit lokal. Tiga wasit asal Indonesia yang terlibat adalah Ryan Nanda Saputra, Yudi Nurcahya, dan Naufal Adya Fairuski. Ketiganya sudah berlisensi FIFA dan memiliki pengalaman memimpin pertandingan di Liga 1.

Wasit Indonesia, Yudi Nurcahya meraih penghargaan sebagai wasit terbaik. Ini juga menunjukkan wasit Indonesia tak kalah profesional dari wasit asing. 

Netralitas demi mengurangi tuduhan keberpihakan terhadap tim menjadi daya tarik Piala Presiden 2025. Pemain menjadi lebih berhati-hati karena sadar wasit tegas dan tidak mudah ditekan.

Baca juga : Koperasi Desa Merah Putih Gerakkan Ekonomi Rakyat

Dampaknya, protes pemain dan official berkurang karena kepercayaan lebih tinggi. Itu dibuktikan saat pemberian kartu merah pada laga Dewa United kontra Persib Bandung pada pertandingan kedua grup B, Selasa (8/7/2025).

Pada menit ke-18, wasit Asker Nadjafaliev asal Uzbekistan menghadiahi kartu merah pemain Dewa United, asal Brazil, Cassio Fernando Scheid, yang melanggar Zulkifli Lukmansyah. Pemain Dewa United lain tak banyak memprotes keputusan tersebut.

Begitu juga saat laga puncak saat Oxford United bertemu Port FC, Minggu (13/7/2025). Menit ke-53, wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsafarov mengusir pemain Port FC, Peeradol Chamrasamee akibat tekel keras terhadap Cameron Brannagan. Tidak tampak protes berlebihan dari para pemain. 

Persepsi publik terhadap laga Piala Presiden menjadi lebih adil dan objektif. Kepercayaan atas penyelenggaraan ajang ini semakin tinggi dari publik.

Piala Presiden 2025 juga mencatat sejarah baru dengan menghadirkan dua klub asing, yakni Port FC asal Thailand dan Oxford United, asal Inggris. Empat tim lainnya adalah Persib Bandung, Dewa United, Arema FC, dan Indonesia All Stars.

Ke depan, Ketua SC Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait berencana mengundang klub asal Eropa demi meningkatkan kualitas permainan Piala Presiden.

Mengundang klub asing tentu bukan hanya soal kualitas permainan, tapi juga strategi memperkuat perwujudan prinsip fair play. Ini akan meningkatkan integritas, tekanan pada netralitas penyelenggara, dan pembelajaran nilai-nilai sportivitas lintas budaya.

Turnamen menjadi lebih kompetitif dan obyektif, karena semua tim harus bertanding dengan adil melawan peserta luar yang tidak punya kepentingan internal.

Terbentuknya pemain Indonesia All Stars yang dipilih secara voting oleh masyakat diharapkan jadi pemantik semangat para pemain unjuk kebolehan. 

Ketua Umum PSSI Erick Thohir ingin dalam era sepak bola yang semakin terbuka dan kompetitif secara global, pemain Indonesia terus mengembangkan kapasitas, baik melalui kompetisi maupun pelatihan berkualitas, seperti Piala Presiden.

Ini akan mendukung penguatan tim nasional, terlebih karena tingkat persaingan di level internasional terus meningkat.

 

Menpora Dito Ariotedjo, ketum PSSI Erick Thohir dan ketua SC Piala Presiden Maruarar Sirait.

Fair Play Tugas Bersama

Meski begitu ada beberapa catatan yang harus menjadi bahan evaluasi demi baiknya pelaksanaan Piala Presiden ke depan.

Cedera yang menimpa striker Oxford United sekaligus penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, dalam laga grup A  menghadapi Arema FC pada Kamis, (10/7/2025) jadi perbincangan.

Baca juga : Juara Piala Presiden, Port FC Bangga Tekuk Juara Indonesia Dan Wakil Inggris

Tekel keras pemain Arema FC, Paulinho, terhadap Ole Romeny tidak berbuah kartu merah. Keputusan ini menuai kritik warganet, meski tentu wasit punya pertimbangan lain.

Tindakan sportif ditujukkan Paulinho Moccelin. Keesokan harinya, Paulinho menyampaikan permintaan maafnya karena pelanggaran keras yang tidak disengaja tersebut.

Kedua, soal pemain Dewa United yang pernah membela Persib Bandung, Nick Kuipers, dan Edo Ferdiansah.

Kedua pemain ini mendapat perlakuan kurang menyenangkan pada laga pembuka Persib vs Dewa Unitd grup A, Selasa (8/7/2025).

Keduanya disoraki bobotoh, sebutan suporter Persib Bandung, setiap kali membawa bola. Ini tentu bisa mengurangi sikap fair play dalam menghormati lawan.

Di laga ini pula, pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink dan asisten pelatih Dewa United, Firman Utina diganjar kartu kuning wasit karena dinilai protes berlebihan .

Menjadi tanggung jawab semua pihak melaksanakan prinsip-prinsip fair play sesuai dengan statuta PSSI dan FIFA.

Prinsip Transparan Mendorong Ekonomi Tumbuh 

Transparansi adalah pondasi utama dalam mewujudkan prinsip fair play di sepakbola. Dengan transparansi, tidak ada ruang manipulasi, diskriminasi, atau penyalahgunaan kekuasaan. Tanpa transparansi, fair play hanya omong kosong.

Dalam aspek pertandingan, Piala Presiden 2025 menggunakan VAR (Video Assistant Referee). Ini membantu wasit membuat keputusan yang adil dengan bukti visual. Tayangan ulang disiarkan di stadion dan di TV yang menyiarkan secara live agar publik bisa melihat.

Dalam finansial report, Piala Presiden menjadi lokomotif perubahan karena membuka kepada publik keuangannya, termasuk sponsor yang didapat.

Ajang ini juga tidak pernah menggunakan uang negara atau APBN dan melibatkan PricewaterhouseCoopers sebagai auditor independen. Ini untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana Piala Presiden.

Transparansi menumbuhkan kepercayaan sponsor. Sponsor yakin dana yang mereka keluarkan digunakan sesuai tujuan promosi dan kerja sama.

Tahun ini, Maruarar Sirait mengumumkan, nilai sponsor Piala Presiden 2025 mencapai Rp68 miliar. Sementara total hadiah yang disediakan menjadi Rp11,5 miliar. Ini adalah turnamen pramusim dengan nilai hadiah terbesar di sepanjang hadirnya Indonesia.

Transparansi kepada publik gelaran Piala Presiden 2025 selalu disampaikan lewat konferensi pers media, media sosial dan situs resmi demi menyampaikan informasi secara terbuka.

Kompetisi yang fair dan kompetitif dipastikan berdampak pada terciptanya ekosistem ekonomi lokal. Laga jujur, menarik minat penonton datang langsung ke stadion.

Baca juga : Piala Presiden, 2 Maung Bandung Cedera

Sektor hotel, transportasi, kuliner dan budaya serta wisata lokal terkena efeknya. Ekonomi terdorong tumbuh. Pelaku UMKM mendapat keuntungan.

Di Stadion Jalak Harupat, Bandung dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta disediakan secara gratis stand UMKM sebagai bentuk keberpihakan kepada pelaku usaha.

Lebih dari 120 UMKM ambil bagian dalam bazar di sekitar stadion. Rata-rata omzet hariannya berkisar antara Rp2 hingga Rp5 juta. Mereka berasal dari sektor kuliner, fesyen, kriya, penjualan kaos, mainan anak-anak dan ragam usaha lainnya.

Jika 240 UMKM (di Stadion Jalak Harupat, Bandung dan SUGBK, Jakarta) per pertandingan meraih Rp3juta, maka selama 8 pertandingan sejak 8 Juli-13 Juli 2025, tercatat Rp5,7 Miliar perputaran uang di belanja UMKM pada perhelatan Piala Presiden 2025.

Dampak ekonomi lain bisa dihitung dari pendapat tiket, sponsor, transportasi, dan penuhnya hotel di sekitar stadion. 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut momen Piala Presiden 2025 menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat. Selama Piala Presiden berlangsung ada peningkatan pendapatan di sektor usaha lokal.

"Eonomi kerakyatan tumbuh, para pedagang bisa laku jualannya, angkot-angkot ada penumpangnya, ojek online dan konvensional kebagian narik, tukang sapu ada order nya, tiket ada bagiannya dan lainnya. Pada akhirnya saling memberi," ujar Dedi dalam satu wawancara kepada media.

Ini sejalan dengan amanah Undang-Undang No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, olahraga dan kegiatan ekonomi  sejatinya tak terpisahkan, sebagaimana diatur pada Pasal 6.

"Pembangunan keolahragaan nasional dilaksanakan dalam rangka mewujudkan prestasi, kesehatan, kebugaran, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi."

Piala Presiden 2025 tidak hanya untuk hiburan dan prestasi, tapi juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, sebagaimana harapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ajang ini semakin menarik saat penutupan perhelatan Piala Presiden 2025 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (13/7/2025). 

Ratusan penari, diiringi alunan musik Angklung Udjo menghibur ribuan penonton. Ratusan anak terlibat. Lagu daerah seperti lagu Manuk Dadali, Sinanggar Tulo, Ondel-Ondel, hingga Yamko Rambe Yamko dinyanyikan.

Secara bersamaan, 1.200 drone terbang di langit Stadion Si Jalak Harupat. Drone-drone itu membuat formasi dengan berbagai gambar dari mulai trofi Piala Presiden hingga wajah Presiden Prabowo Subianto.

Akhirnya Piala Presiden 2025 menjadi momen bangkitnya Kebanggan Nasional sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.