Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel, mengaku kecewa dengan hasil imbang 1-1 melawan Arema FC pada pekan kedua BRI Super League 2025/26.
Ia menilai Laskar Mataram seharusnya bisa memetik tiga poin di laga perdana kandang, setelah 18 tahun kembali ke kasta tertinggi.
“Babak pertama kita lebih bagus dari Arema, banyak peluang tercipta, tapi belum beruntung. Babak kedua lawan dapat kartu merah, dan kita baru bisa cetak gol. Hasil imbang ini jelas bukan yang kita harapkan,” ujar Van Gastel.
PSIM menjamu Arema di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (16/8). Pertandingan berlangsung panas dengan tensi tinggi sejak menit awal.
Baca juga : Jaga Tata Kelola Hutan, PT Lontar Papyrus Raih Prima Wana Karya 2025
Petaka datang di akhir babak pertama. Wasit menunjuk titik putih setelah Reva Adi melakukan pelanggaran di kotak penalti. Dalberto yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan kiper PSIM pada menit ke-41.
Tertinggal 0-1 membuat PSIM meningkatkan intensitas serangan. Namun, barisan depan Laskar Mataram kesulitan menembus pertahanan rapat Arema.
Situasi berubah pada menit ke-54. Yann Motta mendapat kartu merah usai melakukan pelanggaran keras, membuat Singo Edan harus bermain dengan 10 orang.
Keunggulan jumlah pemain coba dimanfaatkan PSIM. Beberapa peluang emas tercipta lewat pergerakan Norberto Vidal, tapi penyelesaian akhir tetap menjadi kendala.
Baca juga : Top, DKI Kembali Raih Predikat Provinsi Layak Anak 2025
Gol yang ditunggu publik Bantul akhirnya hadir di menit ke-88. Bermaksud menghalau bola, sundulan Betinho justru mengarah ke gawang sendiri. Skor berubah 1-1.
Meski hanya mendapat satu poin, Van Gastel tetap memberikan apresiasi untuk para pemainnya. Menurutnya, laga ini punya arti besar bagi perjalanan PSIM.
“Ini laga home pertama tim setelah 18 tahun kembali ke Super League. Saya bangga dengan apa yang diperlihatkan pemain. Tapi penyelesaian akhir masih harus diperbaiki,” tandasnya.
Pertandingan ini juga diwarnai hujan kartu. Wasit mengeluarkan tujuh kartu kuning dan satu kartu merah. PSIM mendapat empat kartu kuning, sementara Arema tiga kuning plus satu merah.
Baca juga : Fundamental Operasional Menguat, PGN Optimis Raih Margin Positif Berkelanjutan
Hasil ini membuat PSIM belum mampu mengamankan poin penuh di awal musim. Van Gastel menegaskan, evaluasi serius bakal dilakukan untuk membenahi lini depan agar lebih tajam di laga berikutnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya