Dark/Light Mode

Rebut Gelar China Open, Jannik Sinner Masuk Deretan Petenis Top

Kamis, 2 Oktober 2025 06:05 WIB
Petenis Italia Jannik Sinner juara China Open 2025. (Foto: Instagram/janniksin)
Petenis Italia Jannik Sinner juara China Open 2025. (Foto: Instagram/janniksin)

 Sebelumnya 
Berdasarkan perhitungan ATP Live Race to Turin, Sinner masih tertinggal 2.590 poin dari Alcaraz. 

Namun, dengan sisa turnamen besar di Asia dan Eropa, termasuk Shanghai Masters dan ATP Finals, peluang Sinner untuk menyalip tetap terbuka. Apalagi Alcaraz saat ini harus absen dari Shanghai karena cedera pergelangan kaki yang dialaminya di Tokyo pekan lalu. 

Situasi ini berpotensi membuka jalan bagi Sinner untuk memperkecil jarak poin, bahkan mungkin menyalip jika ia mampu meraih hasil maksimal di turnamen-turnamen mendatang. 

Baca juga : Masayu Anastasia, Ngakak Digosipin Pacar Baim Wong

Uniknya, pekan ini juga mencatat momen bersejarah. Untuk pertama kalinya sejak 2020, petenis nomor satu dan dua dunia sama-sama meraih gelar dalam minggu yang sama. Alcaraz mengangkat trofi Japan Open di Tokyo, sementara Sinner meraih sukses di Beijing. 

Selepas kemenangan di China Open, Sinner akan mengalihkan fokusnya ke Shanghai Masters 2025, di mana ia menjadi unggulan teratas. Absen-nya Alcaraz membuat Sinner memiliki peluang besar menambah poin penting dalam perlombaan menuju peringkat satu dunia di akhir tahun. 

Bagi Sinner, sisa musim ini akan menjadi ujian mental sekaligus fisik. Jadwal padat tur ATP menjelang ATP Finals di Turin, Italia, berarti ia harus menjaga kondisi agar tetap bugar. Namun, dengan momentum kemenangan di Beijing, optimisme jelas berpihak padanya. 

Baca juga : Langkah Terbaru BGN Setelah Ada Kasus Keracunan, 56 Dapur MBG Dinonaktifkan

Dengan Alcaraz dan Sinner terus bergantian menorehkan prestasi, publik tenis kini menaruh harapan besar pada rivalitas keduanya sebagai penerus era emas “Big Three” – Djokovic, Nadal, dan Federer. 

Banyak pengamat menyebut duel Alcaraz–Sinner sebagai babak baru sejarah tenis dunia. Alcaraz dengan gaya eksplosif dan karisma mudanya, sementara Sinner tampil dengan ketenangan, presisi, dan disiplin permainan. 

“Persaingan ini baru dimulai,” ujar Sinner penuh keyakinan. “Saya akan terus berusaha berkembang dan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan”.

Baca juga : Akhir Tahun Akan Guyur Stimulus, Airlangga Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

China Open 2025 akhirnya menjadi panggung kebangkitan Jannik Sinner. Dari kekecewaan di New York, ia bangkit dengan trofi di Beijing. Bagi Sinner, ini bukan sekadar gelar ketiga musim ini, melainkan juga pesan bahwa ia masih berada di jalur yang tepat untuk mengejar posisi nomor satu dunia. [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.