Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ajukan Proposal Stop Perang Israel-Gaza, Trump Didukung RI Dan Saudi
Rabu, 1 Oktober 2025 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi mendukung Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengajukan proposal perdamaian untuk menghentikan perang antara Israel dan Hamas, di Gaza, Palestina.
Proposal perdamaian tersebut berawal dari pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih, Amerika Serikat, Senin (29/9/2025). Pertemuan membahas solusi perdamaian Israel-Palestina setelah sejumlah pemimpin Barat mengakui kedaulatan Palestina.
Setelah hampir dua jam pertemuan, Trump dan Netanyahu kemudian menggelar konferensi pers tanpa sesi tanya jawab dengan jurnalis. Ke duanya ingin menyampaikan kabar baik terkait hubungan Israel dan Palestina.
Baca juga : Gubernur Minta ASN Dan Kades Gunakan Medsos Secara Baik Fauzan Fuadi
Trump menyampaikan bahwa negaranya menawarkan proposal perjanjian perdamaian untuk mengakhiri konflik di Gaza, Palestina. Keputusan ini, didasari oleh keberanian sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang lantang mendukung perdamaian di Gaza dan kawasan Timur Tengah. Trump bahkan memuji Prabowo sebagai pemimpin Asia yang berperan aktif mencarikan jalan damai bagi Israel-Palestina.
Trump menjelaskan bahwa proposal perjanjian perdamaian tersebut memuat 20 poin. Beberapa di antaranya mencakup gencatan senjata, pembebasan sandera oleh Hamas dalam waktu 72 jam, pelucutan senjata Hamas, hingga penarikan pasukan Israel secara bertahap.
Selanjutnya, otoritas transisi pascaperang akan dibentuk di Gaza dengan pengawasan internasional, termasuk oleh Trump sendiri. “Semua sandera Israel, baik yang masih hidup maupun meninggal, harus dikembalikan oleh Hamas dalam waktu 72 jam setelah perjanjian diteken,” kata Trump.
Baca juga : Kasih Wejangan Bimteknas V Demokrat, SBY Minta Kadernya Jadi Politisi Tangguh
Trump berharap Hamas dapat menyetujui proposal tersebut. Bila setuju, kata dia, Hamas tidak lagi diperbolehkan terlibat dalam dinamika politik dan keamanan Gaza. Selain itu, otoritas Palestina di Tepi Barat yang dinilai gagal karena membiarkan adanya intervensi Hamas harus digantikan oleh sosok baru.
Untuk menyukseskan misi ini, Trump berharap para pemimpin negara Arab dan Muslim, termasuk Presiden Prabowo, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan, dapat melobi Hamas agar menyetujui 20 poin tersebut.
Mendengar pernyataan Trump, sejumlah negara menyatakan dukungan. Menteri Luar Negeri dari Yordania, UEA, Indonesia, Pakistan, Turki, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir menilai langkah yang ditempuh Trump merupakan upaya tulus yang bisa membuka jalan menuju perdamaian.
Baca juga : BP BUMN Jadi Regulator, Danantara Bisa Lebih Lincah Kelola Perusahaan Negara
Dalam pernyataan bersama, para menteri menegaskan pentingnya kemitraan dengan AS dalam mengamankan perdamaian di kawasan.
Mereka menyambut baik pengumuman Trump yang berisi komitmen untuk mengakhiri perang, membangun kembali Gaza, mencegah penggusuran rakyat Palestina, dan memajukan perdamaian yang komprehensif. “Mereka juga mencatat sikap Presiden Trump yang menolak aneksasi Tepi Barat sebagai langkah penting menjaga peluang bagi perdamaian yang berkelanjutan,” demikian bunyi pernyataan bersama.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya