Dark/Light Mode

Ajukan Proposal Stop Perang Israel-Gaza, Trump Didukung RI Dan Saudi

Rabu, 1 Oktober 2025 07:20 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bersama PM Israel Benjamin Netanyahu berjabat tangan usai konferensi pers di Gedung Putih, Amerika Serikat, Senin (29/9/2025). (Foto: The White House)
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bersama PM Israel Benjamin Netanyahu berjabat tangan usai konferensi pers di Gedung Putih, Amerika Serikat, Senin (29/9/2025). (Foto: The White House)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi mendukung Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengajukan proposal perdamaian untuk menghentikan perang antara Israel dan Hamas, di Gaza, Palestina

Proposal perdamaian tersebut berawal dari pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih, Amerika Serikat, Senin (29/9/2025). Pertemuan membahas solusi perdamaian Israel-Palestina setelah sejumlah pemimpin Barat mengakui kedaulatan Palestina. 

Setelah hampir dua jam pertemuan, Trump dan Netanyahu kemudian menggelar konferensi pers tanpa sesi tanya jawab dengan jurnalis. Ke duanya ingin menyampaikan kabar baik terkait hubungan Israel dan Palestina. 

Baca juga : Gubernur Minta ASN Dan Kades Gunakan Medsos Secara Baik Fauzan Fuadi

Trump menyampaikan bahwa negaranya menawarkan proposal perjanjian perdamaian untuk mengakhiri konflik di Gaza, Palestina. Keputusan ini, didasari oleh keberanian sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang lantang mendukung perdamaian di Gaza dan kawasan Timur Tengah. Trump bahkan memuji Prabowo sebagai pemimpin Asia yang berperan aktif mencarikan jalan damai bagi Israel-Palestina. 

Trump menjelaskan bahwa proposal perjanjian perdamaian tersebut memuat 20 poin. Beberapa di antaranya mencakup gencatan senjata, pembebasan sandera oleh Hamas dalam waktu 72 jam, pelucutan senjata Hamas, hingga penarikan pasukan Israel secara bertahap. 

Selanjutnya, otoritas transisi pascaperang akan dibentuk di Gaza dengan pengawasan internasional, termasuk oleh Trump sendiri. “Semua sandera Israel, baik yang masih hidup maupun meninggal, harus dikembalikan oleh Hamas dalam waktu 72 jam setelah perjanjian diteken,” kata Trump. 

Baca juga : Kasih Wejangan Bimteknas V Demokrat, SBY Minta Kadernya Jadi Politisi Tangguh

Trump berharap Hamas dapat menyetujui proposal tersebut. Bila setuju, kata dia, Hamas tidak lagi diperbolehkan terlibat dalam dinamika politik dan keamanan Gaza. Selain itu, otoritas Palestina di Tepi Barat yang dinilai gagal karena membiarkan adanya intervensi Hamas harus digantikan oleh sosok baru. 

Untuk menyukseskan misi ini, Trump berharap para pemimpin negara Arab dan Muslim, termasuk Presiden Prabowo, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan, dapat melobi Hamas agar menyetujui 20 poin tersebut. 

Mendengar pernyataan Trump, sejumlah negara menyatakan dukungan. Menteri Luar Negeri dari Yordania, UEA, Indonesia, Pakistan, Turki, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir menilai langkah yang ditempuh Trump merupakan upaya tulus yang bisa membuka jalan menuju perdamaian. 

Baca juga : BP BUMN Jadi Regulator, Danantara Bisa Lebih Lincah Kelola Perusahaan Negara

Dalam pernyataan bersama, para menteri menegaskan pentingnya kemitraan dengan AS dalam mengamankan per­damaian di kawasan. 

Mereka menyambut baik pengumuman Trump yang berisi komitmen untuk mengakhiri perang, membangun kembali Gaza, mencegah penggusuran rakyat Palestina, dan me­majukan perdamaian yang komprehensif. “Mereka juga mencatat sikap Presiden Trump yang menolak aneksasi Tepi Barat sebagai langkah penting menjaga peluang bagi perdamaian yang berkelanjutan,” demikian bunyi pernyataan bersama. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.