Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Isu panas mengguncang paddock MotoGP 2025. Jorge Martin, juara dunia yang kini membela Aprilia Racing, disebut-sebut sempat diincar Honda dengan tawaran yang sangat menggiurkan.
Godaan dari pabrikan Jepang itu bahkan membuat hubungan Martin dengan Aprilia berada di titik paling tegang sepanjang musim. Fakta tersebut diungkap langsung Chief Executive Officer (CEO) Aprilia Racing, Massimo Rivola, dalam film dokumenter MotoGP From Heaven to Hell, seperti dikutip ESPN.
Rivola membuka tabir kisruh yang melibatkan pembalap asal Spanyol tersebut, termasuk manuver manajemennya yang mencoba membuka pintu keluar kontrak lebih cepat dari Aprilia.
Baca juga : Kasus Kekerasan Melonjak, DPRD DKI Minta Sekolah Siaga
Menurut Rivola, manajer Jorge Martin, Albert Valera, secara langsung menyampaikan niat sang pembalap untuk hengkang. Alasannya jelas, ketertarikan kuat dari Honda yang disertai tawaran besar.
“Honda sangat tertarik. Tawarannya sangat bagus,” kata Rivola menirukan ucapan Valera.
Situasi semakin rumit karena Martin saat itu berada dalam kondisi mental dan fisik yang rapuh. Cedera serius yang dialaminya pada GP Qatar, termasuk patah tulang rusuk dan pneumotoraks, membuat Martin diliputi keraguan, bukan hanya soal masa depan karier, tetapi juga terhadap dirinya sendiri.
Baca juga : MotoGP, Duo Marquez Nggak Ada Lawan
Dalam kondisi tersebut, Martin mencoba mengaktifkan klausul kontrak yang memungkinkan dirinya hengkang jika target performa tertentu tidak terpenuhi di awal musim. Namun, Aprilia bersikukuh klausul itu tidak sah karena Martin belum menjalani jumlah balapan yang cukup sesuai kesepakatan.
Rivola pun turun tangan langsung dengan menemui Martin di Madrid. Sikap Aprilia ditegaskan secara terbuka dalam pertemuan tersebut.
“Saya bilang padanya, saya tidak akan membiarkan Anda pergi,” ujar Rivola.
Baca juga : MotoGP, Pecco Makin Nyaman Bareng Ducati
Di tengah badai isu dan tekanan besar, Aprilia memilih mempertahankan Martin sebagai aset penting tim, sekaligus menegaskan komitmennya untuk bangkit bersama sang juara dunia di sisa musim MotoGP 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya