Dark/Light Mode

Kasus Kekerasan Melonjak, DPRD DKI Minta Sekolah Siaga

Kamis, 4 Desember 2025 21:04 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo. Foto: DPRD DKI Jakarta
Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo. Foto: DPRD DKI Jakarta

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mengharapkan seluruh sekolah di Ibu Kota mengoptimalkan aturan pencegahan kekerasan menyusul meningkatnya kasus terhadap anak di lingkungan pendidikan.

“Ini situasi darurat. Sekolah, tidak boleh menunda penerapan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan. Tim harus berjalan efektif,” kata Rio di Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Rio mengungkapkan, data Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta menunjukkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 2025 meningkat 10 persen. Hingga November 2025 saja, jumlahnya sudah mencapai 1.917 kasus.

Baca juga : Bikin Program Pencegahan, Jangan Tunggu Ada Korban

Ia menilai kondisi ini sudah masuk kategori darurat dan merupakan persoalan laten yang selama ini ibarat “api dalam sekam” atau fenomena gunung es.

Karena itu, Rio menekankan pentingnya seluruh satuan pendidikan mempercepat sekaligus mengevaluasi implementasi Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Rio, yang juga Anggota Pansus Raperda Pendidikan DPRD DKI, menegaskan setiap sekolah wajib memastikan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) atau Pusat Pelayanan Konseling (PPK) terbentuk, berfungsi aktif, dan memahami tugasnya.

Baca juga : Fenomena Warga Lebih Percaya Lapor Damkar, DPR Minta Polri Benahi Pelayanan

Ia juga meminta adanya pelatihan teknis intensif bagi kepala sekolah, guru, anggota TPPK/PPK, dan tenaga kependidikan lainnya terkait pencegahan, identifikasi, pelaporan, dan penanganan kekerasan sesuai juknis Permendikbudristek 49/M/2023.

“Langkah ini penting agar tidak terjadi kebingungan atau kesalahan prosedur ketika ada kasus dan perlu juga penguatan layanan kesehatan mental serta dukungan psikososial berkelanjutan bagi siswa,” ujarnya.

Program pencegahan, menurut Rio, harus mencakup pendidikan kesehatan reproduksi serta kesetaraan gender sesuai usia, termasuk audit kerentanan secara berkala untuk memastikan lingkungan belajar aman dan responsif.

Baca juga : Di Kuliah Umum IPB, Purbaya Kenang Kebiasaan Jalan Kaki Subuh Ke Sekolah

Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga. Karena itu, sekolah perlu mendorong pelaksanaan kelas parenting rutin bagi orang tua dan wali murid dengan materi pengasuhan positif, komunikasi efektif, hingga deteksi dini perilaku berisiko.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.