Dark/Light Mode

Swiss Open, Tim Bulutangkis Indonesia Fokus Jaga Power

Selasa, 10 Maret 2026 16:39 WIB
Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi. (Foto : PBSI)
Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi. (Foto : PBSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim bulutangkis Indonesia langsung tancap gas setibanya di Basel, Swiss, untuk menghadapi turnamen Swiss Open 2026. Ajang BWF Super 300 tersebut digelar pada 10–15 Maret di St. Jakobshalle.

Skuad Merah Putih tiba pada Minggu (9/3) sore waktu setempat. Tanpa membuang waktu, para pemain langsung menjalani latihan pada Senin pagi guna mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.

Sebagian atlet memilih berlatih di lapangan latihan, sementara yang lain menjalani program kebugaran di gym. Latihan ini difokuskan untuk mengembalikan kondisi tubuh sekaligus menjaga kekuatan setelah perjalanan panjang dari turnamen sebelumnya.

Baca juga : Newcastle Vs Barcelona, Si Elang Andalkan Atmosfer St James’ Park

Pelatih fisik Pelatnas PBSI, Ahmad Jaelani, menjelaskan bahwa menu latihan hari pertama difokuskan pada pemeliharaan power bagi para pemain, terutama sektor ganda yang akan lebih dulu bertanding.

“Pagi ini programnya lebih fokus ke maintenance power ya karena untuk tim ganda putra dan ganda putri, besok sudah bermain. Jadi persiapan menjaga powernya di hari Selasa,” ungkap Jaelani.

Load-nya juga sudah tidak banyak, hanya ada 6 pos dengan repetisinya 10 yang dikalikan 2 set. Setelah itu mereka melakukan kebutuhan masing-masing yang biasa dilakukan. Ini semua dilakukan setelah mobility, aktivasi dan jogging,” lanjutnya.

Baca juga : Jelang Lebaran, bTaskee Indonesia Hadirkan Solusi Layanan ART Infal

Jaelani memastikan seluruh anggota tim berada dalam kondisi baik menjelang sesi latihan di arena pertandingan pada sore hingga malam hari.

Bagi pasangan ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi, Swiss Open menjadi turnamen ketiga secara beruntun setelah tampil di German Open dan All England. Karena itu, menjaga kondisi fisik menjadi hal yang sangat penting.

“Latihan di gym seperti ini cukup penting buat kami karena untuk maintain power-nya apalagi kemarin sudah rest karena perjalanan dari Inggris ke sini dan besok sudah bertanding,” kata Tiwi.

Baca juga : Optimalkan Biaya, Pertamina Hulu Indonesia Raih Penghargaan Best ESG Program

“Ini masuk ke turnamen ketiga secara beruntun jadi selain latihan di gym pastinya recovery-nya harus baik. Dengan dukungan dari tim recovery yang juga ada di sini itu sangat membantu untuk menjaga performa,” sahut Tiwi.

Indonesia awalnya dijadwalkan menurunkan 16 wakil di Swiss Open 2026. Namun jumlah tersebut berkurang setelah pasangan Isyana/Rinjani mundur karena cedera. Selain itu, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti juga memutuskan mundur dari turnamen dengan alasan teknis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.