Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Raksasa kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD Company, memberi sinyal kuat akan masuk ke ajang Formula 1 dalam waktu dekat. Perusahaan tersebut dikabarkan mengincar slot tim ke-12 melalui skema akuisisi.
Langkah ini muncul setelah ekspansi besar F1 yang membuka peluang bagi pabrikan baru. BYD disebut tidak sekadar ingin hadir sebagai peserta, tetapi juga menjadikan F1 sebagai laboratorium pengujian teknologi kendaraan listrik (EV) mutakhir.
Wakil Presiden BYD, Stella Li, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi langsung dengan Chief Executive Officer (CEO) F1, Stefano Domenicali. Pertemuan tersebut berlangsung di Shanghai dan membahas peluang kerja sama ke depan.
Baca juga : Harga Pangan Melejit, Rakyat Iran Menjerit
“Formula 1 adalah simbol teknologi dan gairah. Ini adalah kesempatan nyata untuk menguji inovasi kami,” ujar Stella Li seperti dikutip dari F1, kemarin.
Masuknya BYD juga mendapat angin segar dari FIA yang membuka peluang penambahan tim hingga 12 peserta.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, mendukung kehadiran pabrikan dari Amerika Serikat dan Tiongkok untuk memperluas daya tarik global.
Baca juga : Sarwendah, Bahagia Dengan Giorgio Antonio
Namun, tantangan utama bagi BYD adalah tingginya biaya masuk atau anti-dilution fee. Sebagai gambaran, proyek Cadillac sebelumnya disebut membutuhkan dana hingga 358 juta poundsterling (sekitar Rp7,3 triliun) untuk bisa bergabung.
Untuk mengatasi kendala persoalan tersebut, BYD dikabarkan lebih memilih jalur akuisisi tim F1 yang sudah ada. Dua nama yang mencuat adalah Aston Martin F1 Team dan Red Bull Formula 1 Team.
Pemilik Aston Martin, Lawrence Stroll, disebut mulai terbuka terhadap opsi akuisisi. Sementara Racing Bulls juga masuk radar, meski BYD harus bersaing dengan perusahaan China lainnya seperti Geely.
Baca juga : Prabowo: Banyak Negara Panik, Kita Tidak Panik
Kehadiran BYD di sejumlah paddock balapan, termasuk GP Abu Dhabi 2025 dan GP Shanghai 2026, memperkuat indikasi keseriusan langkah ini.
Jika terealisasi, BYD berpotensi menjadi pabrikan asal Tiongkok pertama yang tampil di grid Formula 1.
Masuknya BYD diperkirakan akan mengubah peta persaingan F1 sekaligus menandai semakin kuatnya peran industri kendaraan listrik dalam dunia balap paling bergengsi tersebut. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya