Dark/Light Mode

Jelang Derbi Jatim, Bernardo Tavares Waspadai Euforia Persebaya

Jumat, 22 Mei 2026 06:13 WIB
Para pemain Persebaya. (Foto : Persebaya)
Para pemain Persebaya. (Foto : Persebaya)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menolak anak asuhnya terlena jelang laga pamungkas BRI Super League 2025/2026.

Meski tampil meyakinkan pada pekan sebelumnya, Tavares justru menyimpan kekhawatiran besar saat Persebaya bersiap menghadapi Persik Kediri dalam derbi Jawa Timur di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/5/2026) sore.

Menurut Tavares, kondisi skuad Bajul Ijo belum sepenuhnya ideal. Beberapa pemain disebut masih mengalami masalah kebugaran setelah menjalani musim panjang yang menguras tenaga. Situasi itu membuat tim pelatih harus ekstra hati-hati menentukan komposisi pemain untuk pertandingan terakhir musim ini.

Baca juga : 11 Kepala Daerah Kena OTT, Wamendagri: Ini Alarm Keras!

“Kami punya beberapa pemain yang belum 100 persen. Ada juga pemain yang kami beri waktu istirahat karena mereka memang membutuhkannya,” ujar Tavares.

Pelatih asal Portugal itu berharap tim medis mampu memaksimalkan proses pemulihan agar Persebaya memiliki lebih banyak opsi saat menghadapi Persik. Sebab, laga derbi menurutnya tidak pernah berjalan mudah meski timnya tampil di kandang sendiri.

Di atas kertas, Persebaya memang lebih diunggulkan. Selain bermain di hadapan ribuan Bonek dan Bonita, performa tim juga sedang menanjak. Namun, Tavares menilai Persik tetap memiliki kualitas yang berbahaya, terutama dalam transisi menyerang dan permainan kolektif antar lini.

Baca juga : Menteri Imipas Komitmen Berantas Love Scamming di Lingkungan Pemasyarakatan

“Mereka bukan hanya mengandalkan umpan silang. Mereka juga punya kombinasi umpan pendek yang cepat dan perpindahan posisi yang bagus,” katanya.

Tavares juga mengingatkan anak asuhnya pada pertemuan putaran pertama musim ini. Saat itu, Persebaya harus bekerja keras sebelum akhirnya bermain imbang 1-1 di markas Persik.

Hal lain yang menjadi perhatian terbesar Tavares adalah kondisi mental pemain. Ia tidak ingin kemenangan besar pada laga sebelumnya justru membuat tim kehilangan fokus di pertandingan penutup musim.

Baca juga : Cikarang Jadi Magnet Bisnis, The Hive Yutaka Tawarkan Investasi Komersial Baru

“Kalau kami mulai berpikir pertandingan ini mudah, maka kami sudah mulai kalah. Kami harus tetap fokus dan menghormati lawan,” tegas mantan pelatih PSM Makassar tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.