Dark/Light Mode

Kontribusi Ke Negara Ditingkatkan

Terus Dibenahi Danantara, Kinerja BUMN Makin Baik

Senin, 22 Juni 2026 06:40 WIB
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. (Foto: Dok. BP BUMN)
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. (Foto: Dok. BP BUMN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. Kontribusi BUMN kepada negara mencapai sekitar Rp 600-700 triliun per tahun. Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menilai angka tersebut masih dapat ditingkatkan. Melalui transformasi menyeluruh di lingkungan BUMN, Dony optimis kontribusi perusahaan pelat merah kepada negara dapat meningkat.

Hal tersebut disampaikan Dony saat menjadi pembicara dalam podcast Bukan KalengKaleng, dikutip pada Rabu (17/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Dony menjelaskan bahwa BUMN masih menjadi salah satu pilar utama perekonomian. Dony menepis anggapan bahwa BUMN secara keseluruhan merugi. Sebab, secara konsolidasi BUMN justru mampu membukukan laba yang besar. Pada 2025 misalnya, BUMN mencatatkan keuntungan sebesar Rp 335 triliun. 

“Jadi, bohong kalau bilang BUMN itu secara konsolidasi rugi. Yang rugi itu hanya Rp 20 triliun,” ujar Dony. 

Menurut Dony, laba BUMN masih berpotensi meningkat apabila proses penyehatan dan efisiensi perusahaan-perusahaan negara terus berjalan. Ia menjelaskan, jika perusahaan-perusahaan yang merugi berhasil ditangani, laba konsolidasi BUMN dapat bertambah hingga mencapai Rp 355 triliun. 

Baca juga : Menkeu: Fiskal Sehat Dan Inflasi Terkendali

“Jadi bisa disampaikan ke masyarakat, BUMN enggak rugi. Sudah pasti. Tapi untungnya belum maksimal,” cetusnya. 

Dony menuturkan, selain menghasilkan laba ratusan triliun rupiah, BUMN juga memberikan kontribusi besar kepada penerimaan negara melalui berbagai kewajiban perpajakan dan setoran lainnya. Kontribusi BUMN ke negara mencapai sekitar Rp 600-700 triliun setiap tahun. “Jadi BUMN kita itu besar,” ungkapnya. 

Dony menambahkan, Presiden Prabowo Subianto menargetkan Danantara menjadi instrumen untuk memperkuat kapasitas dan meningkatkan nilai ekonomi BUMN. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan pelat merah diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional. “Makanya Presiden berharap dengan adanya Danantara ini, kontribusi BUMN jauh menjadi lebih besar lagi,” ujarnya. 

Untuk mencapai target kontribusi yang lebih tinggi, Dony mengakui tantangan yang dihadapi tidak ringan. Namun, ia optimistis target tersebut dapat dicapai melalui transformasi menyeluruh di lingkungan BUMN. Dony memaparkan sejumlah langkah yang tengah dijalankan. Mulai dari konsolidasi perusahaan, penyederhanaan jumlah entitas usaha, hingga pembangunan peta jalan baru yang lebih terarah. 

Baca juga : Ayo Percepat Penataan Kabel Udara Semrawut

“Kita mengurangi dulu jumlah perusahaan kita. Kita melakukan konsolidasi dalam perusahaan kita. Kita membangun roadmap yang baru. Kita membangun competitive advantage dari perusahaan kita,” jelasnya. 

Selain memperkuat struktur bisnis, Danantara juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Menurut Dony, peningkatan kualitas talenta menjadi faktor kunci agar BUMN mampu bersaing di tingkat global. 

“Kita mengembangkan human capital-nya. Termasuk juga kita sekarang menstandarisasi kualifikasi orang yang menjadi direktur BUMN,” ungkapnya. 

Ia menegaskan, seluruh calon direksi BUMN ke depan harus memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan melalui proses seleksi yang lebih ketat. “Kita tetapkan mereka harus melewati basic competency assessment (penilaian kompetensi dasar),” tegasnya. 

Baca juga : Jepang Mendadak Kandidat Juara

Lebih lanjut, Dony menyebut transformasi BUMN saat ini merupakan upaya paling fundamental yang pernah dilakukan pemerintah untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi, serta memperbesar kontribusi perusahaan negara terhadap pembangunan nasional. 

“Saya sangat optimistis bahwa kita bisa melakukan ini. Dan dengan keyakinan penuh, kita akan membuat BUMN-BUMN kita menjadi lebih baik lagi. Tidak ada pilihan,” ujarnya. 

Dia menegaskan bahwa tujuan utama transformasi tersebut adalah meninggalkan fondasi yang kuat bagi generasi mendatang dan memastikan BUMN mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju negara maju. “Saya ingin sekali meninggalkan BUMNBUMN kita dalam keadaan yang bagus. Dan tidak perlu saya yang dikenang. Tetapi paling tidak Danantara berhasil untuk mewujudkan mimpi dan harapan banyak rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.