Dark/Light Mode

BAZNAS-Ruang Amal Indonesia Bekali Keterampilan Siap Kerja 50 Dhuafa Di Kendal

Selasa, 11 Agustus 2026 22:38 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Ruang Amal Indonesia membekali 50 warga dhuafa di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Foto: BAZNAS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Ruang Amal Indonesia membekali 50 warga dhuafa di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Foto: BAZNAS

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Ruang Amal Indonesia membekali 50 warga dhuafa di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dengan keterampilan menjahit melalui program Amal Vokasi. Program tersebut juga disertai pendampingan rekrutmen dan penempatan kerja di industri

Pelatihan dengan skema Operator Garmen dan Apparel itu berlangsung selama enam hari, 10-15 Agustus 2026, di Gedung Aula KPRI Hikmah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan keterampilan teknis menjahit, pembekalan kesiapan kerja, kedisiplinan dan budaya kerja industri, serta pendampingan dalam proses rekrutmen hingga penempatan kerja.

Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS, Idy Muzayyad mengatakan, program Amal Vokasi merupakan bagian dari upaya pemberdayaan zakat agar manfaat yang diterima mustahik tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek.

"Pelatihan menjahit dengan skema Operator Garmen dan Apparel ini dipilih karena keterampilan tersebut memiliki keterkaitan dengan kebutuhan tinggi di industri. Jadi peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja," kata Idy, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Baca juga : BAZNAS Distribusikan 1,5 Juta Liter Air Bersih ke 6 Provinsi

Menurut dia, program tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian mustahik melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Yang ingin kita bangun adalah kemandirian mustahik. Mereka diberikan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri, memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri, kemudian didampingi agar keterampilan tersebut dapat menjadi jalan menuju pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik," ujarnya.

Idy mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan peserta memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan taraf hidup.

Dia juga mengapresiasi kolaborasi dengan Ruang Amal Indonesia serta dukungan Pemerintah Kabupaten Kendal dan berbagai pihak lainnya yang turut mendukung pelaksanaan program.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperluas dampak pemberdayaan zakat sekaligus memastikan program vokasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Baca juga : Paviliun Sodik Mudjahid Diresmikan Di PUSDAI Jabar

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi kolaborasi BAZNAS, Ruang Amal Indonesia, dan BAZNAS Kabupaten Kendal yang memberikan kesempatan kepada masyarakat dhuafa untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh akses menuju dunia kerja.

"Pemerintah Kabupaten Kendal memberikan apresiasi atas kolaborasi antara Ruang Amal Indonesia, BAZNAS RI, dan BAZNAS Kabupaten Kendal yang telah menyelenggarakan kegiatan ini," ujar Dyah.

Dyah mengatakan penguatan keterampilan kerja semakin penting seiring berkembangnya kawasan industri di Kabupaten Kendal, termasuk Kawasan Industri Kendal (KIK).

Program vokasi, kata dia, diharapkan dapat meningkatkan daya saing masyarakat lokal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Tengah H.M. Zain Yusuf mengatakan sinergi antara BAZNAS, lembaga amil zakat, pemerintah, dan dunia industri diperlukan agar pemberdayaan mustahik tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut hingga akses pekerjaan.

Baca juga : BAZNAS dan Burger Bangor Salurkan Infak Rp50 Juta untuk Anak Yatim

"Saya berpesan kepada seluruh penerima manfaat yang hari ini terpilih menjadi peserta untuk benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," katanya.

CEO Ruang Amal Indonesia Slamet mengatakan program serupa sebelumnya telah dilaksanakan melalui kolaborasi dengan BAZNAS RI. Program tersebut mencatat 93,3 persen peserta berhasil diterima bekerja.

"Zakat memiliki kekuatan untuk mentransformasi kehidupan. Ketika mustahik diberikan keterampilan dan akses terhadap pekerjaan yang layak, intervensi zakat dapat menghasilkan dampak yang lebih panjang bagi individu dan keluarganya. Inilah semangat yang ingin kami bangun melalui Amal Vokasi," pungkas Slamet.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal, Ketua BAZNAS Kabupaten Kendal, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta Tim Pelaksana Program BAZNAS.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.